Gardin disulap menjadi salah satu tempat makan paling fotogenik di Bali.

Oleh Yohanes Sandy & Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Putu Sayoga

Dari restoran diet rancangan Daniel Green hingga debut Will Meyrick di Ubud, kami mencicipi 13 tempat makan baru di Pulau Dewata dan mengulas tawarannya.

Kiri-kanan: Suasana Milk & Madu di jam sarapan; restoran ini cukup nyaman bagi anak-anak.

Milk & Madu

Jika banyak tamu hotel kini memilih opsi kamar tanpa sarapan, penyebabnya bisa jadi Milk & Madu. Kafe mungil ini menawarkan pengalaman sarapan a la carte dalam konsep semi-terbuka yang cair dan hangat.

Milk & Madu adalah bagian dari tren gaya hidup sehat yang menular dari Ubud ke kawasan selatan Bali. Untuk sesi sarapan, dua menu andalannya adalah Atlantic (roti yang ditindih telur orak-arik dan salmon asap) serta skillet eggs (telur mata sapi, keju kambing, dan daun arugula). Menu lainnya yang layak dicoba adalah boss omelet, yakni omelet yang dibalut irisan suksini panggang dan keju feta. Suksini menghadirkan tekstur dan sensasi bakaran yang membuat omelet tak lagi membosankan.

Untuk minuman, kafe ini menyuguhkan delapan opsi jus, tiga varian milkshake, serta aneka teh dari TWG. Tapi bintang sebenarnya adalah kopi yang diracik memakai mesin La Marzocco. Biji-biji Arabikanya didatangkan dari Revolver, kuil suci bagi laskar garis keras penggemar kopi butik. Cairan kafein dituang ke gelas merek Rockingham yang dibeli di Australia, karena sang pemilik kafe merasa “belum bisa menemukan gelas kopi dengan takaran yang pas di Bali.”

Hidangan menggugah dari Milk & Madu.

Salad mendominasi sajian makan siang. Opsinya beragam. Ada Madu house salad, Mexicana salad, Thai beef salad, serta tortilla wrapped dengan Madu side salad. Kehadiran daun-daun hijau ini bercerita banyak tentang profil Milk & Madu sebagai sister restaurant dari Watercress, salah satu kedai salad terpopuler di Bali.

Kafe yang beroperasi sejak Agustus 2014 ini telah menuai banyak penggemar setia. Datang di pagi hari, Milk & Madu lebih mirip ruang sosial yang kosmopolit. Dalam bangunan kayu tanpa dinding, kita bisa menemukan kaum peselancar yang hendak mengganjal perut sebelum mengarungi ombak Canggu; para pelari penuh peluh yang kelaparan; serta ibu-ibu ekspat yang menikmati sesi gosip usai mengantarkan anaknya ke sekolah.—CR

Jl. Pantai Berawa52, Kuta Utara; 0851-0278-1872; milkandmadu.com; operasional: Selasa-Minggu, 07:00-17:00.