Hidangan steik T-Bone di Plantation Grill.

The Plantation Grill

“Saya ingin restoran ini menjadi tempat sosialisasi dan makan bagi siapa saja. Saya ingin orang bersantai dan menikmati makanan tanpa pretensi,” tutur Robert Marchetti, pendiri Plantation Grill.

Plantation Grill bersemayam di lantai empat Hotel Double-Six Seminyak. Restoran yang hanya buka di waktu malam ini didesain oleh HC2, firma yang pernah menggarap SemaraUluwatu. Ada tiga area utama di restoran: zona makan, Billiard Room yang menampung bar, serta Sling Bar yang berfungsi sebagai wadah pesta.

Robert mengklaim, menu-menu di Plantation Grill mengutamakan kesederhanaan, tapi dengan karakter yang kuat. Seluruh daging dan seafood dipanggang dengan perangkat klasik semacam kompor arang dan oven kayu bakar. Robert menyerahkan urusan memasak kepada Jamie Hogg, koki bertalenta asal Selandia Baru.

Interior The Plantation Grill yang kental dengan nuansa era 1920-an.

Di barisan menu pembuka, salah satu andalannya adalah prawn cocktail, yakni udang yang dikukus dengan bir, lalu disajikan dingin dengan saus lobak cognac. Rasanya menyegarkan, cocok untuk membangun selera. Di barisan menu utama, ada black angus rib eye yang disajikan dengan saus lada hitam; serta tiger prawn yang kaya sensasi pedas. Sementara untuk menu penutup, bomb Alaska menyuguhkan atraksi “live cooking” di mana sang koki membakar kue dan es krim yang dilapisi meringue, langsung di hadapan tamu.

Kontras dari interiornya yang mewah, Plantation Grill relatif baik hati dalam mematok harga dan cukup royal dalam mengatur porsi. (Rib eye lezat berbobot 300 gram dibanderol Rp390.000.) Restoran ini merupakan alternatif tempat makan yang menarik bagi kaum karnivor di selatan Bali.—YS

Double-Six Luxury Hotel Lt.4, Jl. Pantai Double Six 66, Seminyak, Bali; 0361/734-300; plantationgrillbali.com; operasional: setiap hari, 18:00-24:00.