Check In

6 Hotel Baru di Bali

[dropcap type=”default”]P[/dropcap]ertumbuhan hotel di Bali tak pernah melambat. Setiap tahun selalu ada hotel baru dengan tawaran dan daya tarik tersendiri. Berikut enam hotel baru di Pulau Dewata yang dapat Anda pilih untuk liburan selanjutnya:

Kamar di Aryaduta Bali diklaim sebagai yang paling luas di Kuta.

Aryaduta Bali
Setelah lebih dari tiga dekade beroperasi dengan portofolio di delapan kota, Aryaduta akhirnya melebarkan sayapnya ke Bali. Aryaduta Bali, hotel yang dibuka sejak 29 Maret 2018, berlokasi di kawasan Kuta, melekat dengan pusat perbelanjaan yang dikelola oleh pemilik yang sama, Lippo Mall Kuta.

Hotel ini bersarang di Jalan Kartika Plaza, jalur sibuk yang sebenarnya sudah punya pasokan kamar cukup berlimpah. Aston, Holiday Inn, Bali Dynasty, dan Discovery Kartika Plaza adalah beberapa tetangganya. Menghadapi lanskap itu, Aryaduta Bali menaikkan daya saingnya dengan mencetak kamar-kamar berukuran lapang. Hotel empat lantai ini mengoleksi 178 unit kamar dengan luas rata-rata 50 meter persegi—dimensi yang lebih lazim ditemukan di Nusa Dua ketimbang Kuta. “Kami menawarkan kamar yang luas, bahkan terluas di Kuta,” ujar I Wayan Sudana, General Manager Aryaduta Bali.

Tiap kamarnya dilengkapi shower dan kloset terpisah, toiletries merek Sebastian Gunawan, living area, serta balkon atau teras. Sentuhan desain Bali minim, sesuatu yang jamak di Kuta sebenarnya, tapi setidaknya interior hotel ini ditaburi banyak ornamen artistik. Barang-barang seni dan kriya disebar di setiap ruang publik dan lorong, bersanding apik dengan dinding yang dilapisi kayu whitewashed.

Kapel dengan desain atraktif di Aryaduta Bali.

Fasilitas hotel ini antara lain kapel megah berarsitektur lumbung kaca, serta kolam renang di atap yang menawarkan panorama laut. Layaknya hotel yang terkoneksi ke mal, Aryaduta Bali memudahkan tamunya untuk menikmati opsi tempat makan dan kongko yang variatif. Tapi hotel ini juga punya restoran dengan tawaran yang sulit disaingi: Henry’s Grill & Bar, gerai yang mengandalkan homemade bread dan daging dry-aged premium—suguhan yang memang sedang trendi di Bali dalam beberapa tahun terakhir. Restoran ini diasuh oleh mantan koki Luna2, Sydney de Hart, pria kelahiran Belanda dengan darah blasteran India dan Indonesia.

Aryaduta Bali tidak berlokasi di tepi pantai. Pantai bisa dijangkau dengan menyusuri gang sepanjang 200 meter di belakang hotel. Di sini terdapat restoran Ma Joly di mana tamu Aryaduta Bali bisa menikmati diskon 20 persen untuk makanan dan minuman. Jl. Kartika Plaza, Kuta; 0361/4754-188; aryaduta.com.—CR

Kamar tipe Family di Nikko Bali Benoa Beach.

Nikko Bali Benoa Beach
Hengkang dari Bali pada 2015, merek Nikko kembali menginjakkan kakinya di Pulau Dewata pada April 2018. Merek asal Jepang ini tak merilis bangunan baru, melainkan mengambil alih resor bintang lima Grand Aston Bali di kawasan Tanjung Benoa.

Kolam laguna di Nikko Bali Benoa Beach yang berdekatan dengan pantai.

Nikko Bali menawarkan 188 kamar dan suite dengan luas mulai dari 45 meter persegi. Tiap unitnya dilengkapi dengan balkon atau teras privat. Guna menghadirkan kesan segar, Nikko merombak beberapa bagian hotel seperti lobi yang kini dilengkapi dengan patung-patung tradisional Bali. Tak hanya itu, restorannya sekarang juga fokus menyajikan masakan Nusantara. Dirancang sebagai hotel ramah keluarga, penginapan premium ini juga dilengkapi dengan fasilitas nursery room dan kolam renang anak-anak. Jl. Pratama 68X Tanjung Benoa, Nusa Dua; 0361/773-577; hotelnikkobali-benoabeach.com.

Lobi Indigo Bali Seminyak yang mirip galeri seni.

Indigo Bali Seminyak
Sebenarnya penginapan premium ini tak terlalu baru. Indigo Bali Seminyak diluncurkan pada Agustus 2017. Namun kehadirannya di Pulau Dewata langsung menyedot perhatian. Pasalnya, Indigo Seminyak adalah satu-satunya hotel Indigo di dunia yang berlokasi di kawasan resor.

Resor bintang lima tersebut menaungi 270 kamar dan 19 vila yang disebar di atas lahan seluas 4,7 hektare di tepi Pantai Seminyak, persis di samping Hotel Double Six. Desainnya mengusung gaya kontemporer dengan material kayu dan batu alam yang dominan. Tak ketinggalan, Indigo Seminyak juga menyematkan beberapa kriya dan furnitur khas Bali untuk mempercantik interiornya. Guna memaksimalkan suasana resor, tiap kamar hadir dengan balkon atau teras privat lengkap dengan day bed.

Kamar di Indigo Bali Seminyak lengkap dengan balkon privat.

Sebagai pelengkap, resor ini hadir dengan fasilitas memikat seperti enam gerai F&B termasuk restoran, coffee shop, lounge, bar dan beach club. Untuk bersantai, Indigo Seminyak memiliki tiga kolam renang, fasilitas spa, serta reflexology lounge. Jl. Camplung Tanduk No. 10 Seminyak, 0361/209-9999; seminyak.indigohotel.com.

Fasad COMO Uma Canggu.

COMO Uma Canggu
Hotel ini merupakan properti ketiga COMO di Bali. Kontras dari kedua kakaknya yang ditaburi rumah tropis, cabang Canggu berbentuk gedung empat lantai yang dipecah dalam lima blok. Desain yang diusungnya pun agak berbeda: kombinasi gaya Bali kontemporer, estetika spasial khas Asia, serta sentuhan hotel urban. Duo perancangnya, Koichiro Ikebuchi dan Paola Navone, terlihat berupaya merawat langgam “meditatif” khas COMO seraya beradaptasi dengan karakter Canggu sebagai sarang hip peselancar.

COMO Uma Canggu mengoleksi 119 kamar dan merupakan properti COMO dengan kamar terbanyak di Bali. Gedungnya dibagi menjadi tiga sayap: hotel, lobi dan suites, serta residensial. Kamar di blok hotel ditawarkan dengan harga paling murah, sedangkan blok residensial menaungi 55 hunian berkonsep apartemen dengan satu hingga dua kamar. Seluruhnya dilengkapi bathtub, living area, dapur serta balkon atau teras yang terkoneksi langsung ke kolam renang. Akomodasi kategori tertinggi, 12 unit griya tawang, berbaris di lantai teratas dengan magnet utama butler pribadi dan kolam renang privat yang dinaungi bingkai bulat fotogenik.

Kamar bernuansa monokromatis di COMO Uma Canggu.

Karena konsepnya yang terbuka untuk tamu keluarga, penginapan ini dilengkapi dengan kids club Play by COMO yang menawarkan aneka aktivitas untuk anak.  Sedangkan untuk restoran, hotel ini hanya punya COMO Beach Club yang menunya memuat empat kreasi sehat COMO Shambhala Cuisine, ditambah belasan hidangan yang dirancang untuk pasar Canggu oleh Dwayne Cheer, mantan koki Alila. Satu tawaran lain hotel ini ialah kelas selancar untuk segala usia yang diasuh oleh Tropicsurf.  Sejalan dengan citra COMO sebagai wellness retreat, COMO Uma Canggu menawarkan spa, pusat kebugaran, serta kelas yoga dan pilates dua hingga empat kali per hari. April 2018, gerai Glow Juice Bar dibuka untuk menjajakan varian minuman dan makanan kaya nutrisi. Jl. Pantai Batu Mejan, Echo Beach, Canggu, Bali; 0361/3022-228; comohotels.com.—CR

Suite di Renaissance Uluwatu.

Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa
Hotel ini merupakan properti Renaissance pertama di Indonesia. Hotel yang diluncurkan pada akhir Mei 2018 tersebut memayungi 207 kamar dan suite yang seluruhnya dilengkapi dengan balkon privat, kamar mandi luas dengan sentuhan motif kain ikat pada ubinnya. Seperti hotel-hotel modern di Bali pada umumnya, Renaissance Uluwatu juga menyuntikkan sentuhan lokal di interiornya dengan menghadirkan lampu dan kursi yang terbuat dari rotan.

Kolam renang di Renaissance Uluwatu yang menyuguhkan panorama Samudra Hindia.

Untuk urusan kuliner, penginapan premium ini menawarkan satu restoran dan dua bar. Restorannya, Double Ikat, menyuguhkan menu Indonesia autentik lengkap dengan Cooking Studio untuk menggelar acara kelas memasak. Meski hotelnya tak memiliki pantai, Renaissance Uluwatu memiliki Roosterfish Beach Club yang bersarang di Pantai Balangan dan dapat diakses menggunakan shuttle dari hotel. Jl. Pantai Balangan I No.1, Ungasan, Bali; 0361/2003-588; renaissancebali.com.

Kamar tipe Studio di Artotel Haniman-Ubud.

Artotel Haniman-Ubud
Artotel Haniman-Ubud adalah properti grup Artotel Indonesia kedua di Pulau Dewata. Hotel ini bersarang di Jalan Jatayu, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Monkey Forest. Artotel Haniman-Ubud hanya mengoleksi 22 kamar—jauh lebih sedikit dibandingkan saudaranya di Sanur yang menaungi 89 kamar—dengan luas mulai dari 20 meter persegi. “Propertinya mungil. Suasananya sangat homey,” ujar Yulia Maria, Asisten Direktur Pemasaran Artotel Indonesia.

Desainnya ditangani oleh Bitte Design Studio, firma lokal asal Jakarta. Konsepnya melebur desain kontemporer dengan sentuhan lokal, umpamanya penggunaan anyaman bambu sebagai pelapis dinding. Seperti properti Artotel lainnya, tiap kamar menampilkan mural kreasi seniman Indonesia. Untuk Ubud, tanggung jawab ini diserahkan kepada Kemal Ezedine, seniman asal Bali yang menggagas kelompok Neo Pita Maha. Guna menghadirkan pengalaman menginap paripurna, tiap kamar dilengkapi dengan amenitas impresif seperti televisi 49 inci, mesin kopi Dolce Gusto, dan koneksi WiFi.

Kolam renang di Artotel Haniman-Ubud dengan hiasan mural.

Sebagai wadah komunal, Artotel Haniman-Ubud menyuguhkan sebuah kolam renang serta restoran dan kedai kopi yang dikelola oleh EXPAT. Roasters. Full Circle by EXPAT. Roasters menyajikan menu andalan continental brasserie dan buka mulai dari sarapan hingga makan malam. Jl. Jatayu, Ubud; 0361/908-3470; artotelindonesia.com.