Rijksmuseum
Mustahil bicara seni di Amsterdam tanpa menyinggung Rembrandt Harmensz van Rijn. Di kota ini, Rembrandt diabadikan sebagai nama jalan. Rumahnya dijadikan museum, sementara patungnya dipajang di sebuah alun-alun yang juga menyandang namanya. Dan tempat terbaik untuk berkenalan dengan pelukis agung tersebut adalah Rijksmuseum.

Fasad Rijkmuseum yang megah.
Fasad Rijkmuseum yang megah.

Rijksmuseum menampung galeri yang dikhususkan bagi Rembrandt. Di sini kita bisa menemukan karya-karya terbesarnya, sebut saja Self-Portrait 1628, The Syndics, dan tentu saja, The Night Watch, lukisan yang menampilkan anggota milisi Amsterdam. The Night Watch merupakan sebuah testimoni atas kelihaian Rembrandt dalam mengolah cahaya, detail, serta menciptakan efek “gerak” di atas kanvas.

Rijksmuseum menempati bangunan dari abad ke-19 yang dipecah menjadi delapan zona. Total koleksinya menembus satu juta benda seni, tapi karena keterbatasan ruang, hanya 8.000 di antaranya yang dipajang. Selain lukisan dari para maestro, kita bisa menemukan mebel antik, miniatur kapal-kapal ekspedisi Belanda, instalasi kontemporer, juga sejumlah benda antik asal Indonesia. rijksmuseum.nl.