Singapura Kembali Gelar i Light Singapore

Ajang pameran instalasi lampu dan pertunjukan cahaya di kawasan Marina Bay Singapura.

Tiap tahun, Singapura setidaknya punya dua festival cahaya besar. Jika Singapore Night Festival biasanya digelar pada Agustus, maka i Light Singapore rutin diadakan saban Maret. Pertama kali digelar pada 2010, i Light Singapore bisa menjadi opsi untuk menyaksikan instalasi-instalasi cahaya karya seniman lokal dan internasional dengan desain atraktif.

Mengambil tema ‘Re:Light, Re:Live, Re:Imagine’, festival cahaya anual tersebut bergulir pada 6-29 Maret 2020 di kawasan Marina Bay Singapura. Berbeda dengan festival cahaya lainnya, i Light Singapore menampilkan karya-karya yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Festival besutan Urban Redevelopment Authority (URA) yang bekerja sama dengan Singapore Tourism Board hadir untuk menginspirasi pengunjung agar mau melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mengurangi penggunaan plastik dan mulai menggunakan tas kain sendiri saat berbelanja.

Baca juga: Jadwal Bienial, Trienial, & Kuadrenial di 2020; teamLab Resmi Hadir di Makau

Instalasi The Rainbow Connection karya Lee Yun Qin. 

Nantinya, pengunjung dapat menyaksikan karya desainer industrial Singapura, Lee Yun Qin berjudul The Rainbow Connection, yang menampilkan 800 kaleng biskuit yang berpendar, dan City Gazing Singapore karya seniman asal Belanda, Mingus Vogel dan Justin Bruns yang membentangkan peta Singapura di atas The Lawn @ Marina Bay.

Festival tahun ini juga sekaligus menandai peluncuran perdana i Light Student Award, yakni ajang penghargaan yang memamerkan instalasi seni lampu ramah lingkungan terbaik dari pelajar dan seniman muda dari seluruh dunia. Lima karya seni terbaik diambil dari 48 peserta yang melibatkan 115 pelajar dari sembilan negara termasuk Singapura dan Tiongkok. Menariknya, pengunjung yang ingin menghadiri festival cahaya ini tak dipungut biaya sepeserpun.

Informasi selengkapnya, kunjungi i Light Singapore.

Comments