Panorama Bunaken, destinasi selam yang masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia pada 2005. (Foto: Crispin Jones)

Indonesia mengoleksi sembilan Situs Warisan Dunia—terbanyak di Asia Tenggara. Candi Borobudur, Taman Nasional Komodo, serta yang terbaru, Tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto, adalah beberapa contohnya.

Jumlah situs itu masih bisa bertambah. Setidaknya hingga awal 2021, Indonesia sudah menetapkan 19 kandidat Situs Warisan Dunia kepada UNESCO. Berikut daftarnya:

Interior makam gua Londa di Tana Toraja. (Foto: Suryo Wibowo)

1. Perkampungan Adat Tana Toraja
Dalam dosir Situs Warisan Dunia versi pemerintah, ada 10 kampung adat Toraja yang diajukan, termasuk makam-makam tua dan zona upacara. Tempat wisata populer seperti Lemo, Londa, dan Buntu Pune termaktub di dalamnya. 

2. Taman Nasional Betung Kerihun
Kalimantan Barat menampung empat taman nasional. Pada 2004, salah satunya masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia—Betung Kerihun, kawasan konservasi seluas 800.000 hektare di Kabupaten Kapuas Hulu.

Warga Bawomataluo di pelataran Omo Hada Nifolasara, Nias. (Foto: Ramadhani)

3. Bawomataluo
Ibarat benteng budaya megalitik Nias, Desa Bawomataluo merawat tradisi lompat batu, rumah agung warisan raja, beragam pakaian adat, hingga aneka patung. Semua inilah yang membuatnya diproyeksikan sebagai Situs Warisan Dunia. 

4. Taman Nasional Taka Bonerate
Taka Bonerate berlokasi di Sulawesi Selatan. Banyak turis datang ke sini demi melihat keindahan atolnya, meski harus menghabiskan delapan jam menaiki perahu. Berkat fungsi vitalnya bagi ekosistem, Taka Bonerate ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO pada 2015.

Lukisan rusa dan cap tangan di Gua Sumpang Bita, Maros-Pangkep. (Foto: Fadil Aziz)

5. Gua Prasejarah Maros-Pangkep
Banyak orang mengenal Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung sebagai sentra kupu-kupu. Tersembunyi di bukit-bukit kapurnya, ada keindahan lain yang tak kalah atraktif: gua-gua berisi lukisan purba karya “para seniman” generasi awal. 

6. Kepulauan Derawan
Manta, hiu, barakuda, dan ubur-ubur tanpa sengat—inilah beberapa magnet Derawan di kalangan penyelam. Berkat keunikan alamnya pula, pada 2005, pemerintah menempatkan kepulauan di Kalimantan Timur ini dalam daftar tentatif Situs Warisan Dunia.

Zona konservasi bank ikan di sisi timur Pulau Tomia, Wakatobi. (Foto: Rony Zakaria)

7. Taman Nasional Wakatobi
Secara administratif, Wakatobi berstatus taman nasional sekaligus kabupaten—kasus langka di Indonesia. Sejak 2012, statusnya kian langka lantaran Wakatobi juga didaulat sebagai Cagar Biosfer UNESCO. 

8. Kompleks Muara Takus
Jika Jawa memiliki duet Candi Borobudur dan Prambanan, maka Sumatera memiliki Candi Tua dan Mahligai. Konon, bangunan bata sepuh di Riau ini merupakan warisan Kerajaan Sriwijaya.

Kerapu hasil tangkapan nelayan dengan latar Gunung Api, Banda. (Foto: Yoppy Pieter)

9. Kepulauan Banda
Lebih dari 500 tahun silam, Banda diperebutkan imperium-imperium Eropa, berhubung kepulauan ini merupakan satu-satunya tempat yang menumbuhkan pala. Para penjajah itu sudah pergi, menyisakan benteng, sumur, rumah, serta kisah-kisah suram bertema perang dan pembantaian. 

10. Permukiman Adat Nagari Sijunjung
Di Sumatera Barat, banyak rumah gadang tua rontok dimakan usia, antara lain akibat modernisasi dan tradisi merantau. Akan tetapi, di Nagari Sijunjung, 76 rumah gadang berharap bisa melawan tren itu. Pada 2015, kawasan adat ini masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia.

Kantor Pos dipotret dari Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta. (Foto: Dwianto Wibowo)

11. Kota Tua Jakarta
Kompleks historis ini menampung gedung kolonial Belanda terbanyak di dunia. Bersama empat pulau bersejarah di Kepulauan Seribu, Kota Tua Jakarta masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia pada 2015. 

12. Situs Trowulan
Sebagian arkeolog percaya kecamatan di Jawa Timur ini pernah menampung bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Buktinya paling kentara ialah asortimen bangunan bersejarah, mulai dari gapura, kolam, makam, hingga candi-candi bata.

Candi Tinggi, salah satu bangunan bersejarah di Muarajambi. (Foto: Muhammad Fadli)

13. Kompleks Candi Muarajambi
Mirip Angkor, candi-candi di Muarajambi tersebar di banyak lokasi, beberapa terselip di antara pepohonan dan digerayangi akar. Kompleks warisan Kerajaan Melayu Kuno ini berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Jambi. 

14. Kebun Raya Bogor
Usianya menembus dua abad dan kontribusinya sangat vital dalam sejarah perkebunan. Di sinilah Nusantara untuk kali pertama mengenal kelapa sawit. Di sini pula pohon karet ditanam perdana, sebelum kemudian dibudidayakan di banyak pulau.   

Panorama karst Sangkulirang-Mangkalihat dipotret dari Merabu. (Foto: R. Heru Hendarto)

15. Karst Sangkulirang-Mangkalihat
Belantara karst ini merekam masa lalu dan menghidupi masa kini. Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan 35 gua yang dihiasi lukisan prasejarah. Hutannya, yang terhampar 1,8 juta hektare, ditinggali orangutan dan warga Dayak. 

16. Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang kerap dijadikan referensi manajemen kompleks warisan penjajah di Indonesia. Mayoritas gedungnya dirawat dan dihidupkan. Lahan parkirnya lapang dan dikelola profesional.

Rangkaian kubah hijau di dekat Pulau Penemu, Raja Ampat. (Foto: Muhammad Fadli)

17. Raja Ampat
Raja Ampat sudah diusulkan sebagai taman nasional dan cagar biosfer. Pada 2005, destinasi liveaboard ini diajukan sebagai Situs Warisan Dunia. Terhampar di jantung Segitiga Karang Dunia, Raja Ampat tersohor akan keindahan alam bawah lautnya.  

18. Taman Nasional Bunaken
Destinasi selam perintis di Indonesia, Bunaken sudah punya pamor di tingkat global. Kawasan ini diresmikan sebagai taman nasional pada 1991, kemudian masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia pada 2005.

Kompleks pemandian Tamansari warisan abad ke-18 di Yogyakarta. (Foto: Gading Ihsan)

19. Pusat Kota Tua Yogyakarta
Kawasan keraton ini didirikan pada abad ke-18. Desainnya terinspirasi kosmologi dan filosofi Jawa. Dilandasi keunikan itu pula, pada 2017, pemerintah menempatkan pusat kota warisan Pangeran Mangkubumi ini dalam daftar tentatif Situs Warisan Dunia.