Panduan Makan Urban di Hong Kong

Perut-perut warga Hong Kong yang haus inovasi kuliner melecut kreativitas para koki dan menggerakkan industri restoran. Tren mutakhir memperlihatkan gelombang baru menu-menu yang terinspirasi makanan jalanan Asia. Berikut enam gerai yang menyajikannya.

Kiri-kanan: VFC (Vietnamese fried chicken wings) bersanding sempurna dengan bir Saigon di Chom Chom; menu Vietnam shaking beef di Chom Chom

Chôm Chôm: Selera Indochina
G/F Block A, 58-60 Peel St., Central; 852/2810-0850; chomchom.hk.
Restoran ini sukses menuai fans loyal di Soho bermodalkan aneka camilan yang lazim ditemukan di jalan-jalan Vietnam. Mayoritas penggemarnya bukanlah kalangan eksperimental. Alih-alih, mereka telah mengenal baik kehebatan koki Peter Cuong Franklin sejak pria asal Dalat ini bekerja di Wellington Street untuk menyuguhkan menu-menu inovatif. Di Chôm Chôm, Franklin berkolaborasi dengan Restoran Black Sheep untuk melahirkan sebuah kombinasi apik antara bar berkonsep terbuka dan pertunjukan dapur yang berapi-api.

Chôm Chôm bersarang di Soho Junction. Kehadirannya menyuntikkan gairah segar di sudut Soho yang pamornya sedang memudar akhir-akhir ini. Ruang makannya cupet dan langsing. Saat menanti meja (yang tidak bisa dipesan via telepon atau internet), kalangan hipster umumnya hinggap di bangku-bangku kecil untuk menenggak bir impor Saigon. Tema masakan Chôm Chôm merujuk pada kedai-kedai bia hoi (draft beer) di Vietnam, di mana bir-bir murah buatan sendiri dinikmati bersama kudapan sederhana secara bersama-sama.

Kiri-kanan: Tanda nama di jendela kaca Chom Chom; minuman segar kreasi bartender di Chom Chom.

Saran saya: datanglah lebih awal (Chôm Chôm umumnya buka pukul 18) untuk mendapatkan kursi di bar berbentuk leter L, di mana kita bisa menatap jendela-jendela berbingkai besi yang menerbangkan imajinasi ke kafe-kafe pinggir jalan di Paris. Dari area bar pula Anda bisa melihat Franklin dan timnya bergulat dengan panggangan arang dan wajan panas saat meracik aneka hidangan, contohnya sayap ayam goreng dengan bawang putih, ketumbar, dan daun mentol; serta kubus-kubus daging sapi panggang dengan daun sirih, kacang tanah, bawang bakung, dan sedikit kari.

Menu yang juga pantas dicoba adalah “shaking beef ” dengan seledri air dan arugula; atau selada terung panggang dengan daging kepiting, daun mentol, dan ketumbar. Jika mendambakan rasa dengan spektrum yang lebih luas, cicipi paket makan malam Tour d’Indochine yang terdiri dari enam menu plus wine.>>>

Comments