Menyewa pulau untuk pesta pernikahan memang terdengar boros, barangkali juga eksesif. Properti eksklusif semacam ini galibnya memasang tarif ribuan dolar, dengan durasi menginap minimum dua malam. Pihak mempelai juga dituntut menemukan wedding organizer yang super teliti. Satu barang saja tertinggal, biaya mengambilnya kelewat mahal.

Kendati begitu, pulau privat juga menjanjikan banyak keuntungan. Suasananya romantis dan intim. Mengingat kapasitasnya terbatas, mempelai punya dalih valid untuk membatasi jumlah undangan, dan mereka yang diundang lebih tertarik hadir karena ini kesempatan langka: pulau privat terlampau mahal didatangi seorang diri. Keuntungan lainnya, andaikan terserang sindrom cold feet, mempelai akan sulit kabur.  

Terlepas dari pertimbangan untung-rugi tadi, pulau privat kini menawarkan alternatif lebih aman untuk pernikahan di masa pandemi. Tamunya selektif, lokasinya terisolasi, sistem kontrol massa lebih mudah. Berbeda dari resor umumnya, pulau privat mengerahkan dedicated crew dan melayani hanya satu klien dalam satu waktu.  

Four Seasons Voavah mengerahkan 25 staf untuk melayani hanya 20 tamu. (Foto: Four Seasons Resorts)

Pulau privat tersebar di banyak lokasi, termasuk di Asia. Di Filipina misalnya, Ariara Island menawarkan konsep resepsi berisi hanya 20 orang. Pulau mungil ini terselip di gugusan Calamian, sisi barat Filipina. Dirancang dalam gaya khas Pinoy oleh arsitek Jorge Yulo, tiap pondokannya dilapisi ilalang, sementara interiornya dihiasi tekstil Mindanao dan keramik karya seniman Ugu Bigyan.   

Tersohor sebagai sentra island resort, Maladewa juga mengoleksi properti yang bisa disewa borongan, salah satunya ditawarkan oleh Four Seasons. Setelah mengelola dua resor dan sebuah yacht, grup ini meluncurkan Four Seasons Voavah. Oasis tropis seluas dua hektare ini disewakan seharga $46.000 per malam untuk kapasitas maksimum 20 orang, mencakup pelayanan oleh 25 staf. Itu tarif pembukaan saat properti ini diluncurkan pada 2016.  

Panel-panel surya di Kudadoo Private Island, resor dengan 100 persen listrik tenaga matahari. (Foto: Diego De Pol/Kudadoo)

Contoh sejenis di Maladewa ialah Kudadoo Private Island yang dibuka pada 2018. Kompleks rancangan arsitek Yuji Yamazaki ini berisi hanya 15 vila yang bisa disewa seluruhnya dengan tarif $80.000 per malam, mencakup makanan, aktivitas air, hingga pijat sepuasnya. Magnet lain pulau ini: 100 persen listriknya bersumber dari tenaga matahari. Ideal bagi Anda yang mendambakan pernikahan ramah lingkungan.

Indonesia juga memiliki pulau privat. Di belahan barat negeri, Kepulauan Riau sejak lama mengoleksi properti semacam ini. Cempedak Private Island misalnya, menawarkan 20 vila bergaya tropis di pulau seluas 17 hektare. Resor ini mengusung moto barefoot luxury. Melebur dengan alam adalah aktivitas utamanya. Cempedak dibuka pada 2017 oleh investor yang mengelola pulau privat tetangga, Nikoi Private Island.

Aktor Arifin Putra di Bawah Reserve, island resort bintang lima pertama di Anambas. (Foto: Agoes Rudianto)

Masih di Kepri, ada Bawah Reserve yang menyuguhkan 35 vila berkonsep ramah lingkungan rancangan arsitek Sim Boon Yang. Bawah Reserve adalah island resort bintang lima pertama di Anambas. Kehadirannya turut menempatkan kepulauan ini dalam radar turis internasional. Aktor Arifin Putra sempat mencobanya pada tahun lalu.

Baca Juga: 5 Cara Hotel Tingkatkan Rasa Aman Saat Pandemi

Bagi mempelai asal Jakarta yang malas bepergian jauh, pulau privat terdekat yang bisa disewa ialah Isle East Indies di Kepulauan Seribu. Di lahan rindang seluas satu hektare, Isle East Indies menampung tiga rumah berdaya tampung delapan tamu, dengan opsi tambahan tujuh orang menginap di yacht Raden Mas. Berhubung kapasitasnya cupet, pastikan penghulu tidak membawa serta keluarganya. Pulau ini dibanderol $1.950 per malam, mencakup boat transfer dan makanan. Satu yang penting diingat, Isle East Indies hiatus dari Januari hingga Maret akibat ombak besar di utara Jakarta.—Cristian Rahadiansyah