Armada Garuda Indonesia dengan livery edisi pandemi. (Foto: Fasyah Halim)

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2021, Indonesia mencatatkan sekitar 1,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Angka ini susut 62% dibandingkan 2020.

Dibandingkan data turis 2020, tingkat penurunannya membaik. Tapi angka riil wisman saat itu masih lebih besar, sekitar 4 juta kunjungan. Terakhir kali Indonesia menjaring 1,5 juta wisman terjadi pada 1989.

Berdasarkan paspornya, wisman terbanyak 2021 berasal dari Timor-Leste, disusul oleh Malaysia. Keduanya membukukan 1,3 juta kunjungan, atau sekitar 85% dari total kunjungan turis asing ke Indonesia.

Khusus kawasan Eropa, wisman terbanyak memegang paspor Belanda, disusul oleh Rusia dan Inggris. Ketiganya secara kolektif mencatatkan sekitar 25.000 kunjungan ke Indonesia sepanjang 2021.

Berdasarkan pintu masuknya, selain perbatasan darat, banyak wisman datang menaiki pesawat. Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan kedatangan terbanyak, disusul oleh Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Untuk kedatangan via jalur laut, Batam dan Bintan bertengger sebagai gerbang tersibuk. Petugas imigrasi di Pelabuhan Batam, Tanjung Uban, serta Tanjungpinang menstempel hampir 3.000 paspor sepanjang 2021.

Bandara Ngurah Rai di masa pandemi. Sepanjang 2021, bandara ini menyambut hanya 43 turis asing. (Foto: Cristian)

Bali, mesin pariwisata Indonesia, masih merana di 2021. Merujuk rapor pariwisata Bali, pasokan turis asing jeblok kronis, dari sekitar 1 juta menjadi hanya 51 kunjungan. Arus turis domestik juga drop, sekitar 6%, dari 4,5 juta menjadi 4,3 juta kunjungan.

Tentu saja, Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami penurunan turis asing. Singapura misalnya, menjaring hanya 330.000 kunjungan turis asing pada 2021, turun dari 2,7 juta kunjungan pada 2020. Sementara Jepang membukukan 246.000 wisman, turun dari 4,1 juta pada tahun sebelumnya.Cristian Rahadiansyah