Bincang Santai Bersama Bagus Paramarta

Bagus Paramarta, General Manajer The Residence Bintan berbicara tentang upaya keberlanjutan resor, pesona Bintan selatan, dan proyek bertema alam.

Fasad Deluxe Sea View Villa.

Oleh James Louie

Hal yang paling Anda nikmati selama bekerja?
Menyaksikan persahabatan antara staf, dan melihat mereka tumbuh dan mengembangkan potensi mereka. Di The Residence Bintan, kami memiliki banyak tamu berulang, yang menunjukkan tingginya standar layanan yang diberikan oleh tim kami.

Di mana Anda bekerja sebelum akhirnya kembali ke Indonesia?
Saya berada di sebuah hotel di pegunungan Al-Hajar di Oman, sebuah tempat menakjubkan yang bertengger 2.000 meter di atas permukaan laut. Iklimnya sejuk meski berada di negeri padang pasir yang panas di Timur Tengah.

Sebagian besar pengunjung ke Bintan cenderung hanya tinggal di daerah utara yang paling dekat dengan Singapura. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan di selatan?
Daerah selatan memiliki banyak pulau kecil tersembunyi, sehingga pengunjung sangat disarankan untuk melakukan snorkeling dan menyelam. Terdapat juga sandbanks yang muncul saat air surut. Selain itu, pengunjung berkesempatan untuk menjelajahi desa-desa setempat dan melihat kelong di laut [anjungan penangkapan ikan tradisional] yang masih digunakan sampai sekarang.

Kiri-kanan:Bagus Paramarta, GM The Residence Bintan; interior Deluxe Sea View Villa.

Tiga aktivitas wajib?
Hal pertama yang saya sarankan adalah mencicipi kuliner kami yang beragam. Salah satunya adalah restoran Segara, yang menawarkan pengalaman bersantap di tepi laut, dan barbeku pantai setiap Sabtu malam. Hidangan laut di sana sangat lezat. Anda juga harus mencoba paket perawatan di spa dan menghadiri kelas yoga. Cara lain untuk bersantai adalah dengan berjalan-jalan di tepi pantai atau hanya bersantai di salah satu overwater hammocks kami.

Restoran Rica Rica menyajikan cita rasa khas Indonesia. Menu populernya?
Rendang daging, ayam bakar Jawa, dan aneka pilihan sate merupakan beberapa menu populer. Selain itu, beragam sambal—mulai dari rica-rica, matah, hingga sambal ijo—yang disajikan dengan kerupuk dan belinjo. Dalam waktu dekat, kami akan menyediakan pempek dari Sumatera Selatan dan siput laut gong gong, hidangan lokal favorit di Bintan.

Cendol panacota di Restoran Rica Rica.

Perubahan yang terjadi sejak Cenizaro Hotels & Resorts membuka resor di sini sejak dua tahun lalu?
Beberapa area di properti ini dulunya merupakan area tandus, dan kami mengubahnya menjadi ladang pertanian yang sangat produktif untuk proyek Earth Basket. Selain itu, sejak kami merehabilitasi tanah dan menciptakan habitat yang ramah lingkungan, kian banyak burung dan kupu-kupu yang mampir ke sini.

Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang upaya keberlanjutan The Residence Bintan?
Kami tak hanya memangkas penggunaan plastik sekali pakai, namun juga memanfaatkan sebidang tanah besar sebagai test bed untuk seluruh proyek keberlanjutan yang ingin kami terapkan di seluruh grup.

Earth Basket adalah cara kami untuk mengurangi impor bahan makanan. Kami giat menyuburkan tanah dengan menambahkan kompos dari sisa makanan, dan tidak menggunakan pestisida atau pupuk sintetis apa pun. Earth Basket merupakan kesempatan bagi para tamu dan staf untuk terlibat dalam pertanian organik dan memikirkan makanan yang mereka makan.

Selain itu, kami juga telah mempromosikan pendidikan keberlanjutan yang dimulai dari karyawan, sehingga mereka memahami dampak pekerjaannya terhadap lingkungan. Kami juga melibatkan masyarakat luas dalam proyek penanaman kembali bakau dan pembersihan pantai di sekitar desa setempat.

Baca juga: Sumba di Mata Christopher Burch; Rekomendasi Wisata di Nusa Dua

Executive Chef, Lambok Tambunan di area Earth Basket.

Bagaimana dengan rencana jalur jogging di kebun botani?
Proyek ini dimulai sejak tahun lalu dan berjalan sangat cepat. Kami ingin mengajak seluruh tamu untuk lebih dekat dengan alam. Mereka bisa melihat pohon buah-buahan lokal hingga kebun obat di rute sepanjang dua kilometer ini.

Sejak semua orang tinggal di rumah, bagaimana dengan staf hotel?
Kami memiliki kelas yoga dan olahraga online untuk membuat staf kami tetap terlibat. Ada juga proyek “gotong royong” di mana orang-orang dari berbagai departemen membantu dalam semua bidang pekerjaan. Ini memberi mereka kesempatan untuk lebih dekat dan menghargai pekerjaan di tiap departemen.

Rencana Anda saat turis kembali ke Bintan?
Saat orang-orang keluar dari isolasi di rumah pasca-pandemi, mereka akan mendambakan alam bebas. Saya pikir kami memiliki keuntungan karena menyediakan retret alam yang cocok untuk segala usia. Saat ini, semakin banyak turis yang menghormati destinasi yang mereka kunjungi. Oleh karena itu, kami akan menyoroti aktivitas lingkungan dan komunitas kami untuk para tamu yang ingin berkontribusi terhadap planet ini.

Tags : interview
Comments