Museum Bawah Laut Pertama di AS

Meski tidak dipungut biaya, hanya tamu yang telah memiliki lisensi selam yang diizinkan berkunjung. (Foto: The Manual)

Berkunjung ke museum bawah laut agaknya semakin populer dalam beberapa tahun belakangan ini. Setelah Cancún Underwater Museum di Meksiko dan Museo Atlántico Lanzarote di Spanyol, kini giliran Amerika Serikat yang bakal membuka museum bawah laut pertama mereka.

Berlokasi di lepas pantai Florida—tepat di bawah Teluk Meksiko, Underwater Museum of Art (UMA) membangun pameran bawah laut permanen pertama di Amerika bagian utara. Ide ini dicetuskan oleh Allison Wickey—anggota Cultural Arts Alliance of Walton County (CAA) sekaligus seniman—saat ia melakukan snorkeling di atas salah satu karang buatan milik South Walton Artificial Reef Association (SWARA) yang berbentuk seperti penyu. Dengan dukungan dari Walton County Tourist Development Council dan National Endowment for the Arts, “ruang” seni ini segera dibuka pada akhir Juni mendatang.

Instalasi SWARA Skull karya Vince Tatum. (Foto: Blooloop)

Layaknya museum bawah laut pada umumnya, aktivitas berkunjung di kedalaman 15-18 meter ini lebih cocok dilakukan para penyelam scuba. Menampilkan tujuh patung dengan berat masing-masing 1-2 ton yang terdiri dari: Propeller in Motion (Marek Anthony), Self Portrait (Justin Gaffrey), The Grayt Pineapple (Rachel Herring), JYC’s Dream (Kevin Reilly), SWARA Skull (Vince Tatum), Concrete Rope Reef Spheres (Evelyn Tickle), dan Anamorphous Octopus (Allison Wickey).

Keseluruhan instalasi patung yang terdapat pada museum bawah laut pertama di Amerika Serikat ini dibuat dari material bebas plastik dan dirancang untuk mendorong reproduksi spesies ikan lokal dan karang, serta menciptakan habitat bagi kehidupan laut di kawasan tersebut. Situs ini juga dirancang agar semua orang semakin peduli pada isu ekologi laut dan konservasi lingkungan.

Informasi selengkapnya, kunjungi culturalartsalliance.com.

Comments