Serbuan Vandalisme di Sydney, Melbourne, & Brisbane

Poster-poster #Bushfirebrandalism umumnya mengkritisi pemerintah. (Foto: Adam Scarf)

Tiga kota besar di Australia, Sydney, Melbourne, dan Brisbane, menjadi kanvas salah satu pertunjukan seni terbesar di Australia yang diprakarsai oleh 41 seniman. Proyek vandalisme dadakan tersebut terjadi pada 30 Januari 2020 di mana para seniman mengganti poster-poster iklan di titik-titik resmi dengan gambar-gambar provokatif sekaligus kritik terhadap pemerintahan. Aksi ini disebut #Bushfirebrandalism.

“Sebagai kelompok seniman Australia, kami berikhtiar untuk mengklaim titik-titik iklan tersebut dengan poster-poster yang meneriakkan protes atas aksi minim pemerintah Australia dalam menangani krisis iklim dan kebakaran hutan,” ujar pernyataan resmi kelompok seniman tersebut dalam siaran pers yang diterima DestinAsian Indonesia.

Salah seorang sukarelawan tengah memasang poster protes di halte bus. (Foto: Adam Scarf)

Baca juga: Dua Wajah Melbourne; 3 Opsi Tempat Makan di Sydney

Poster-poster yang dipasang di halte bus, kotak iklan, dan dinding tersebut menargetkan berbagai elemen, mulai dari industri minyak hingga kerusakan flora dan fauna. Tak hanya mengkritisi, sejumlah seniman juga menciptakan karya-karya yang memuji keberanian para pemadam kebakaran. Beberapa poster dilengkapi dengan kode QR yang tersambung dengan lebih dari 30 program penggalangan dana untuk korban kebakaran.

Sayangnya, walau tanpa dikenakan sanksi, aksi para seniman ini berlangsung cukup singkat karena beberapa poster langsung diturunkan oleh petugas berwenang.

Sebanyak 41 seniman ikut ambil bagian dalam aksi #Bushfirebrandalism ini. (Foto: Adam Scarf)

Dilansir dari The Guardian, proyek brandalism ini, terwujud dalam waktu tiga pekan setelah para seniman berdiskusi via grup WhatsApp dan Instagram. Beberapa seniman yang tergabung dalam aksi ini di antaranya Georgia Hill, Tom Gerrad, dan Damien Mitchell.

Tags : AustraliaSeni
Comments