Oleh Cristian Rahadiansyah

Kamar-kamarnya bisa disulap jadi studio yoga. Di dekat kasur tergeletak sebuah exercise ball, sementara di lemari ada resistance band, foam roller, serta yoga mat. Dengan bantuan perangkat teknologi, kamar juga mampu meningkatkan kualitas tidur. Tamu bisa menyetel kelembutan matras lewat remote YouBed, lalu memutar komposisi zen atau suara ombak dari perangkat terapi telinga iHome. Andaikan insomnia masih menyergap, Anda bisa mencoba mengganti bantal. Ada 10 model yang bisa dipilih, dari lateks hingga bulu angsa.

Mövenpick BDMS Wellness Resort Bangkok, properti yang diresmikan Juni 2019, menawarkan konsep liburan sehat di jantung Bangkok. Ini merupakan hotel Mövenpick ketiga di Ibu Kota Thailand, tapi yang pertama di Asia Tenggara dengan konsep wellness resort. Tawaran yang unik tentu saja, mengingat Mövenpick justru tersohor akan kelezatan “dosa duniawinya”: aneka es krim dan cokelat.

Kiri-Kanan: Quinoa pomelo salad, salah satu menu sehat di resor (Foto: Mövenpick); interior restoran Tamarind. (Foto: Irene Barlian)

Resor urban ini menempati kompleks bertitimangsa 1983 yang awalnya dihuni Hilton. Khas hotel lawas, kamarnya lapang, plafonnya rendah, dan posturnya pendek, hanya lima lantai. Warisan dari masa silamnya pula, arsitekturnya bergaya brutalism. Sosoknya terlihat janggal di distrik bisnis Lumphini yang ditaburi gedung kaca semampai.

Kontras dari eksteriornya yang bernuansa tempo dulu, interior hotel tampil muda. Sebelum dikelola Mövenpick, rahim gedung ini dipermak ulang selama dua tahun oleh firma Leo Design. Nuansa hotel bisnis yang formal kini berpadu dengan sentuhan kriya khas Thailand dan ruang hijau yang rindang. Di sisi belakang hotel terhampar sepetak hutan mini dan kolam kecil yang, anehnya, terpampang di Google Map, mungkin karena properti ini sudah eksis jauh sebelum Bangkok ditaburi hotel.

Rim Klong Café, tempat di tepi kanal yang menjajakan es krim dan cokelat khas Mövenpick. (Foto: Mövenpick)

Selain di kamar, konsep wellness juga menonjol di bidang kuliner. Semua menu dilengkapi info kalori dan bahannya. Di restoran Tamarind misalnya, tersedia free-range chicken satay dan chocolate flourless cake. Tamu juga bisa menemukan opsi vegetarian dan gluten-free, kadang dibubuhi label seputar khasiatnya, umpamanya brain health dan anti-ageing. Di sini, makan seakan bersinonim dengan terapi.

Baca juga: Hotel Rasa Kerajaan Majapahit di Nusa Dua

“Yang penting ialah menemukan bahan dapur yang bebas materi kimia atau suntikan hormon,” jelas Bruno Huber, General Manager, “sebab konsep makanan sehat terkait erat dengan sumber bahan masaknya.” Atas pertimbangan itu pula, Bruno sejak September 2019 menyewa konsultan nutrisi Gabi Kurz, patron German Obesity Association. Bersama tim dapur hotel, Gabi menyeleksi bahan masak dan merancang menu dengan kepekaan ekstra pada kualitas kesehatan. Darinya pula lahir kreasi atraktif “healthy shot,” yakni jus oplosan dalam gelas tequila yang disuguhkan gratis saban pagi.

Konsep wellness resort berangkat dari kebutuhan pasar. Banyak orang kini menaruh perhatian lebih pada keseimbangan nutrisi. Selain dibutuhkan, properti semacam ini punya prospek yang menjanjikan. Banyak anak kini mengidap alergi, karena itu perlu penginapan yang memahami pantangan makan. Segmen inilah yang ingin ditangkap oleh wellness resort semacam Mövenpick BDMS. Kendati begitu, di antara para pesaingnya, hotel ini punya satu aset tambahan yang membuatnya menonjol: BDMS Wellness Clinic.

Kiri-Kanan: Area lobi Mövenpick BDMS Wellness Resort Bangkok; fasad bangunan masih melestarikan arsitektur warisan 1983. (Foto: Irene Barlian)

Mövenpick BDMS dan BDMS Wellness Clinic bertetangga di satu kompleks dan bernaung di bawah pemilik yang sama—Bangkok Dusit Medical Services. Berniat saling melengkapi, manajemen hotel menerjemahkan wellness dalam format digestif, sementara pihak klinik memakai pendekatan diagnostik.

Beberapa layanan BDMS Wellness Clinic terbilang langka, bahkan untuk standar internasional. Contohnya Tailor-Made Supplement, yakni peracikan suplemen yang disesuaikan dengan profil biologis pasien, termasuk jenis darah dan hormonnya. Jika ditemukan cedera otot atau tulang, maka pasien akan dirujuk terlebih dahulu ke Jirí Dvorák, mantan Chief Medical Officer FIFA. “Berbeda dari suplemen di apotek yang bersifat massal, di sini suplemen diramu di laboratorium berdasarkan kebutuhan spesifik orang per orang,” jelas Sunisa Thawornwongsakul, staf komunikasi klinik.

Contoh layanan lainnya ialah Smile Design, sebuah solusi untuk meningkatkan kualitas senyum. Pasien awalnya dibawa ke studio foto untuk memeragakan senyum terbaiknya, lalu dokter akan menganalisis bagian bibir atau gigi yang perlu dimodifikasi. Setelah sepakat dengan rekomendasi dokter, pasien digiring ke ruang perawatan yang dilengkapi pemijat elektrik dan monitor yang terkoneksi ke Netflix. Jika hanya butuh scaling, biayanya mulai dari 1.500 baht (Rp700.000). Khusus whitening, ongkosnya Rp4,5 juta, dengan asumsi harga promo Desember silam masih berlaku.

Berdiri di kota yang terkenal akan masakan jalanan dan kehidupan malamnya, Mövenpick BDMS seolah menawarkan “kompensasi.” Kembali ke hotel usai pesta, Anda bisa menikmati tubuh bugar dan tidur pulas, lalu mudik dengan senyum semanis Anne Hathaway.

Wireless Road 2, Lumphini, Bangkok, Thailand; movenpick.com; mulai dari Rp1.500.000.