Februari 2019, Bali resmi kedatangan resor megah baru yang dikerek di kawasan Nusa Dua. Kempinski Hotel, jaringan hotel tertua di Eropa, merilis properti keduanya di Indonesia: The Apurva. Mengusung nama lengkap The Apurva Kempinski Bali, resor premium ini merupakan ejawantah dari ide desain ambisius arsitek-arsitek top Indonesia.

Resor kolosal ini desainnya mengadopsi elemen-elemen desain yang idenya dipetik dari era Kerajaan Majapahit hingga budaya Bali kuno. Menjejakkan kaki di lobi, tamu akan disambut dengan empat ukiran gebyok raksasa dengan tinggi mencapai delapan meter. Gebyok biasanya digunakan sebagai pembatas ruangan di zaman Kerajaan Majapahit. Untuk gebyok berukuran masif itu, The Apurva mempercayakan pembuatannya pada pengrajin di Jepara, Jawa Tengah. “Semuanya diukir langsung di Jepara dan dikerjakan oleh sekitar 600 pemahat,” ujar Danti Yuliandari, Direktur Pemasaran.

the apurva kempinski bali, apurva bali
Gebyok di lobi yang pengerjaannya melibatkan 600 pemahat di Jepara. (Foto: Yohanes Sandy)

Desain bangunan The Apurva ditangani oleh arsitek Indonesia, Budiman Hendropurnomo yang tergabung dengan firma desain asal Inggris, Corker Marshall. Untuk bangunan utamanya, Budiman mengadopsi desain sawah terasering khas Bali lengkap dengan sistem irigasi subak. Desainnya diwujudkan dengan struktur bangunan berudak lengkap dengan kolam-kolam. Membelah bangunan utama adalah 250 anak tangga yang menghubungkan lobi serta beberapa bagian hotel dengan area komunal di bawah bangunan utama. Tangga yang menjadi salah satu elemen desain utama di resor ini terinspirasi dari tangga di Pura Besakih.

Baca juga: Restoran Bawah Laut Pertama di Bali

the apurva kempinski bali, apurva bali
Lobi bergaya pendopo dengan langit-langit menjulang tinggi.

Lobi resor mengadopsi gaya pendopo khas Jawa dengan sisi-sisi terbuka menyajikan pemandangan Samudra Hindia. Atapnya yang menjulang tinggi menambah kesan kolosal hotel yang belum genap berusia setahun ini. Salah satu sentuhan menarik lain yang dapat ditemukan di area lobi adalah lantainya yang dilapisi batu granit Madagascar yang menciptakan efek menyala di titik-titik tertentu baik siang maupun malam hari. Interior yang cantik ini merupakan buah pemikiran dari desainer interior Rudi Dodo dari Trivium Design Group. Rudi dan timnya menghadirkan elemen-elemen Nusantara yang tersebar di area hotel mulai dari lobi hingga kamar.

Halaman selanjutnya: raih kesempatan memenangkan voucher menginap di The Apurva Kempinski Bali.