Tur kopi di Melbourne tak lengkap tanpa mengunjungi ST. ALi, sebagaimana wisata nasi campur di Bali tak afdal tanpa singgah di warung Bu Weti. Barista ST. ALi, Matt Perger, pernah memenangkan World Brewers Cup 2012. My Mexican cousin, menu andalan kedai ini, telah menginspirasi restoran bernama sama di area yang  sama pula. Magnet lain ST. ALi tentu saja  stafnya yang berparas rupawan dan berbusana necis—penampilan yang merefleksikan profil sang pemilik, Salvatore Malatesta, mantan perancang busana dan pengacara.

Di hari terakhir, saya melawat ke Fitzroy, permukiman kaum gipsi era 60-an yang berubah menjadi salah satu kantong urban paling hip di Melbourne. Mengikuti saran Maria, saya menemui Daniel Platt, pendiri Localing Tours, operator dengan spesialisasi kawasan suburban. Daniel pertama-tama membawa saya ke  Bad Frankie, bar pertama yang didedikasikan bagi minuman beralkohol buatan Australia. Setelah itu, kami ke PolyEster Books yang dijuluki “toko buku paling absurd sejagat.”

Kiri-kanan: Cocktail andalan milik Bad Frankie; Sebastian Costello, pemilik Bad Frankie, bar yang menawarkan minuman beralkohol buatan lokal.

Dagangan tempat ini memang absurd. Membaca judulnya, mayoritas buku di sini akan masuk daftar hitam jika dibawa ke Indonesia, sebut saja the Happy Atheist, Art of the Quickie, dan Marijuana Horticulture. Melambungnya pamor Fitzroy tak lepas dari kreativitas orang-orang keturunan imigran Daniel misalnya, lahir dari keluarga asal Eropa Timur. Di Fitzroy pula, George Calombaris, koki selebriti berdarah Yunani, membuka restoran Jimmy Grants yang meracik menu kaki lima dari tanah leluhurnya.

“Daerah seperti Fitzroy menjadikan Melbourne kota yang hangat,” kata Daniel. “Bahkan kaum pendatang seperti orang tua  saya begitu mencintai kota ini dan mengajarkan saya untuk terus berkarya bagi Melbourne.” Mungkin semangat semacam itu yang membuat Melbourne bertahan sebagai kota yang layak ditinggali. Ia dibangun dan dirawat oleh warganya sendiri—tak peduli dari mana moyang mereka berasal.

Flinders Street Railway Station, stasiun utama yang menghubungkan semua jalur komuter di Melbourne.

Detail

Melbourne

Rute
Penerbangan langsung ke melbourne dilayani oleh Garuda indonesia (garuda-indonesia.com) dari Jakarta dan Bali. Opsi lainnya adalah Qantas (qantas.com.au) via Sydney dan Singapore Airlines (singaporeair.com) via singapura.

Penginapan
Di area Southbank, Crown Metropol (Whiteman Street 8, Southbank; 61-3/ 9292-6211; crownhotels.com.au; doubles mulai dari Rp3.600.000) menawarkan kamar-kamar berdesain atraktif, serta kolam renang indoor yang bertengger di lantai 27. sementara di jantung kota, Brady Hotel (Little La Trobe Street 30; 61-3/ 9650-9888; bradyhotels.com.au; doubles mulai dari Rp1.350.000) menyuguhkan lokasi yang strategis untuk menjangkau objek populer seperti Queen Victoria Market, State Library Victoria, dan kedai-kedai kopi ternama.

Referensi
Jika mencari pengalaman wisata yang berbeda, Hidden Secrets Tours (hiddensecretstours.com) menawarkan beragam tur  tematik yang bisa disesuaikan dengan durasi  liburan anda, misalnya tur bertema sejarah, kuliner, serta desain. khusus tur bertema kopi, Melbourne Coffee Tours (melbournecoffeetours.com.au) wajib dicoba. Sementara untuk wisata ke kantong suburban dan kawasan di sekitar Melbourne, salah satu operator yang layak disewa adalah Localing Tours (localingtours.com.au). Untuk mengetahui objek  wisata secara komprehensif, kunjungi visitmelbourne.com.

Makan & Minum
Taxi Kitchen: restoran di tengah Federation Square yang menawarkan menu-menu inovatif dan pemandangan 180 derajat kota melbourne. taxikitchen.com.au.

Brunetti: kafe yang selalu ramai tidak hanya berkat racikan kopinya, tapi juga koleksi kue, pasta, dan pizanya. brunetti.com.au.

Jimmy Grants: restoran milik George Calombaris, koki selebriti dan juri MasterChef Australia, yang menyuguhkan beragam masakan kaki lima khas Yunani. jimmygrants.com.au.

Hashtag: kedai yang menawarkan biji kopi dari penjuru bumi, yang kemudian diracik dengan beragam metode.

Gradi: restoran italia yang dibesut oleh Johnny Di Francesco, juara World Pizza Championship 2014. 400gradi.com.au.

Patricia: walau menyajikan hanya tiga opsi kopi, tempat ini siap memodifikasi racikannya sesuai selera pembeli. patriciacoffee.com.au.

Om Nom Kitchen: restoran semi fine dining yang menawarkan dessert degustation berbentuk atraktif, misalnya cokelat berwujud jam dan taman. omnom.kitchen.

St. ALi: kedai kopi paling populer di Melbourne. kopinya diracik oleh barista andal yang pernah menjuarai World Brewers Cup. stali.com.au.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Maret/April 2016 (“Momentum Melbourne”)