Australia telah berhasil mengatasi penyebaran pandemi selama beberapa bulan terakhir. Namun, jika negara lain tengah bersiap menyambut turis, Negeri Kanguru ini justru tidak akan terburu-buru membuka kembali perbatasannya. Pemerintah Australia mengumumkan bahwa ada kemungkinan Australia akan melarang pelancong internasional masuk sepanjang 2020—kecuali mahasiswa asing dan pengunjung jangka panjang.

Selain itu, warga negara Australia, penduduk, dan keluarga dekat juga dapat kembali pulang ke Australia, namun mereka tetap harus melakukan karantina 14 hari di fasilitas yang ditentukan. Bahkan, akses internasional baru akan kembali dibuka pada 2021 mendatang.

Meski begitu, beberapa negara bagian dengan populasi padat mulai dibuka kembali seperti Victoria dan New South Wales. Sementara, untuk kawasan yang lebih terpencil seperti Northern Territory dan Tasmania tetap tertutup untuk perjalanan yang tidak penting. Akibat regulasi tersebut, Qantas Airways resmi batalkan sebagian besar penerbangan internasional hingga akhir Oktober mendatang.

Baca juga: Sri Lanka Kembali Sambut Wisatawan; Regulasi Baru Masuk Kamboja

Saat ini, Australia telah memasuki fase tiga, yakni tahap akhir dari rencana pemulihan pada Juli mendatang. Pada tahap akhir ini beberapa acara besar seperti festival dan konser outdoor akan diizinkan dengan maksimal penonton hingga 10.000 orang. Sementara untuk bar dan klub dapat dikunjungi lebih dari 100 orang, namun tetap harus mempertahankan aturan jarak sosial.