Dalam beberapa bulan belakangan ini, SIA Group kian pulih. Singapore Airlines dan SilkAir secara kolektif akan melayani 50 kota di seluruh dunia mulai akhir Mei, dengan kapasitas penumpang mencapai sekitar 26 persen dari tingkat pra-pandemi.

Sejak April, Singapore Airlines telah melayani beberapa rute regional, seperti mengoperasikan penerbangan mingguan ke Shenzhen dan layanan dua kali seminggu ke Yangon—meskipun yang terakhir hanya untuk kargo. SIA juga telah melayani penerbangan tiga kali seminggu ke Taipei.

Di Asia, frekuensi penerbangan ke Manila telah ditingkatkan dari tujuh menjadi 10 kali seminggu, sementara Fukuoka telah dua kali seminggu, naik dari seminggu sekali. Mulai 15 April 2021, Singapore Airlines akan menambah layanan penumpang ke Kuala Lumpur menjadi dua kali sehari karena penerbangan SilkAir secara bertahap dihentikan. Anak perusahaan regional tersebut juga telah mentransfer rute Chongqing, Male, Phnom Penh, dan Phuket ke SIA, dan penerbangan SilkAir terakhir ke ibu kota Malaysia akan lepas landas pada 14 April 2021. Namun maskapai ini masih mengoperasikan penerbangan mingguan ke Cebu, serta penerbangan tiga kali seminggu ke Medan dan Kathmandu selama beberapa bulan mendatang.

Bulan depan, Singapore Airlines juga berencana untuk meluncurkan kembali penerbangan ke Bali dua kali seminggu, kemungkinan untuk mengantisipasi pembukaan kembali Pulau Dewata untuk turis asing mulai Juni 2021. Rute Singapura-Jakarta siap menjadi yang tersibuk di jaringan global SIA, dengan layanan harian ketiga ditambahkan mulai Mei, sehingga total keseluruhan menjadi 21 penerbangan terjadwal per minggu. Diketahui bahwa maskapai penerbangan akan mengoperasikan pesawat Airbus A350 dan Boeing 777-300ER antara dua ibu kota tersebut.

Di tempat lain di kawasan Asia-Pasifik, SIA meningkatkan jumlah layanan di banyak rute. Bangkok dan Brisbane keduanya akan dilayani oleh 10 penerbangan seminggu, sementara pesawat Singapore Airlines akan mendarat di Hanoi dan Perth 11 kali seminggu. Perlu diperhatikan bahwa penumpang di rute Hanoi hanya diperbolehkan pulang-pergi karena pembatasan masuk Vietnam yang sedang berlangsung. Frekuensi pada rute Male dan Colombo akan meningkat dari tiga menjadi empat dan lima penerbangan mingguan, masing-masing. Tetapi juga akan ada sedikit pengurangan penerbangan Sydney dari 17 menjadi 16 setiap minggu.

Baca juga: Singapore Airlines Kembali Terbang ke Bali

Sedangkan untuk rute jarak jauh, frekuensi layanan Istanbul berlipat ganda menjadi dua kali seminggu, sementara jumlah penerbangan ke London akan meningkat dari dua kali sehari menjadi 17 setiap minggu, menjadikannya rute tersibuk kedua di jaringan SIA.

Informasi selengkapnya, kunjungi Singapore Airlines.