Mulai Mei 2021, Singapore Airlines resmi kembali layani rute menuju Denpasar, Bali. Penerbangan parsial yang dioperasikan menggunakan armada Boeing 737-800 ini bakal dilayani dua kali per pekan, yakni Selasa dan Jumat. Kebijakan ini juga dilakukan untuk memulangkan WNI yang tinggal di Singapura untuk kembali ke Indonesia, serta mengizinkan penumpang yang berkepentingan khusus datang ke Singapura. 

Namun, calon penumpang Singapore Airlines asal Indonesia tetap diwajibkan melampirkan hasil tes PCR dengan hasil negatif untuk bisa terbang ataupun transit ke Singapura. Tes PCR wajib diambil setidaknya 72 jam sebelum penerbangan. Kebijakan ini berlaku untuk penumpang berusia di atas 13 tahun yang bukan merupakan warga negara Singapura ataupun pemegang izin permanent residence (PR) Singapura.

Hal yang mungkin membuat proses ini agak rumit adalah hasil harus dalam Bahasa Inggris. Jika hasil PCR penumpang dalam Bahasa Indonesia, maka mereka harus membawa hasil tersebut ke penerjemah tersumpah untuk bisa diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Baca juga: Singapore Airlines Uji Coba Aplikasi IATA Travel Pass

Walaupun negara tujuan akhir tidak mewajibkan tes PCR untuk bisa berkunjung, namun penumpang tetap diwajibkan melampirkan hasil PCR negatif jika akan terbang dengan maskapai Singapore Airlines.

Dengan adanya kebijakan tersebut, penumpang nantinya diwajibkan untuk melakukan tes PCR sebanyak dua kali jika ingin berkunjung ke luar negeri menggunakan Singapore Airlines. Saat berangkat seperti yang disyaratkan oleh maskapai tersebut dan saat akan kembali ke Indonesia.

Selain itu, maskapai ini juga telah meningkatkan protokol keselamatan untuk para penumpang dan awak kabin, termasuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker wajah, kaca mata, serta baju proteksi. Pihak maskapai juga telah mengurangi interaksi antara penumpang dengan awak kabin selama penerbangan.

Informasi selengkapnya, kunjungi Singapore Airlines.