RESTO DENGAN KOMBINASI IDEAL MAKANAN & WINE
Rekomendasi Matt Preston, juri MasterChef Australia, serta editor senior majalah Delicious dan Taste. Preston pernah memenangkan penghargaan World’s Best Food Journalist dari Le Cordon Bleu. Dia juga sempat menjabat Creative Director Melbourne Food & Wine Festival.

Hidangan superlatif favorit Matt Preston di El Celler de Can Roca.

Girona, Spanyol—Tentu saja, hidangan legit yang dimasak oleh Roca bersaudara di El Celler de Can Roca (cellercanroca.com) layak dicicipi. Kreasinya yang eksperimental tanpa mengorbankan kelezatan berhasil meninggalkan kesan yang mendalam. Saya juga berutang budi pada Pitu Roca yang telah memperkenalkan saya pada Priorat, wine merah yang kuat dan berkelas.

Dapur Noma, restoran nomor satu di dunia.

Kopenhagen, Denmark—Kopenhagen kembali bergairah menyusul ditetapkannya Noma (noma.dk) sebagai restoran nomor wahid sejagat. Restoran koleksi kota ini—Amass (amassrestaurant.com), Geranium (geranium.dk), dan Relae (restaurant-relae.dk)—memang menggoda, tapi Noma tetap wajib dikunjungi. Sesi makan di sini senantiasa menghangatkan, menyenangkan, dan di atas segalanya, mengejutkan. Siapkan diri untuk menyeruput minumannya, mulai dari wine asal Loire hingga jus beri.

Duo koki yang mengomandani dapur Arzak.

San Sebastian, Spanyol—Agenda utama dari trip ke sini adalah mengunjungi restoran modern tersohor Arzak (arzak.es), serta koleganya yang lebih bergaya rural, Mugaritz (mugaritz.com).  Arzak lebih meriah dan kaya petualangan, sementara Mugaritz lebih puitis dan rapi. Di Arzak, sesi makan diakhiri di bar dengan secangkir sloe gin lokal, pacharan. Sedangkan Mugaritz menutup sajian dengan infus herbal yang disajikan di bawah pohon oak.

Hidangan di Attica ditampilkan secara unik.

Melbourne, Australia—Lokasi syuting MasterChef Australia ini adalah kota yang menyenangkan untuk menikmati ritual makan di luar rumah. Melbourne memiliki iklim sejuk yang melecut industri wine lokal untuk memproduksi pinot, shiraz, dan chardonnay yang berkelas. Bintangnya adalah Attica (attica.com.au). Restoran ini mengawinkan bahan langka dengan hasil panen kebun pribadi.

Buenos Aires, Argentina—Saya menyukai sepak bola, jadi trip berikut bagaikan mimpi yang jadi nyata: terbang ke Buenos Aires guna menonton Messi, menyambangi restoran suci penggemar sepak bola semacam El Pobre Luis, serta menikmati makan malam di restoran kelas pekerja El Obrero. Jangan lupakan Don Julio. Steiknya sempurna saat disandingkan dengan wine malbec Argentina.

Nottingham, Inggris—Nottingham lebih tersohor sebagai tanah Robin Hood ketimbang destinasi kuliner, tapi persepsi itu berhasil direvisi oleh seorang koki yang terlahir di keluarga asal Punjabi. Sat Bains merupakan koki yang paling memikat di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Dia seorang ikonoklas yang suka menyuapi publik dengan kreasi yang meninggalkan memori di Restaurant Sat Bains (restaurantsatbains.com).

Modena, Italia—Modena adalah salah satu kota termanis yang relatif steril dari turis. Kota ini juga mengagungkan caranya menikmati hidup: secangkir espresso untuk membuka hari, lalu segelas aperol spritz untuk mengantarkan Anda menuju makan siang di gerai bersahaja seperti Hosteria Giusti (hosteriagiusti.it), restoran yang menyuguhkan pasta dan lambrusco. Selanjutnya, masuki malam dengan membiarkan imajinasi dipermainkan oleh menu konseptual Osteria Francescana (osteriafrancescana.it).