Memori Putri Diana

Beberapa koleksi gaun yang dikenakan sang putri ke berbagai acara.

Mengenang 20 tahun kepergian Putri Diana, London menggelar sebuah pameran yang merangkum perjalanan almarhum melalui busananya sekaligus memperlihatkan dimensi lain hidupnya sebagai ikon mode.

oleh Yohanes Sandy

Kisahnya adalah sebuah dongeng yang berujung tragedi. Diana Spencer, guru TK yang  dipinang  putra  mahkota  Kerajaan Inggris, pernah menjadi figur pujaan berkat parasnya yang ayu dan aktivitas sosialnya yang menyentuh. Sayang, hidupnya justru ditutup tragis oleh skandal percintaan dan kecelakaan fatal yang mengharukan. Putri Diana pernah berarti, setelah itu mati. Tapi, sebagaimana sebuah dongeng, dia tak pernah dilupakan. Dua dekade selepas kepergiannya, lembaga Historic Royal Palaces menggelar pameran bertajuk Diana: Her Fashion Story. Pergelaran ini dijadwalkan bergulir setahun mulai Februari silam di Kensington Palace.

Sesuai judulnya, pameran ini mengundang publik mengenang sosok sang putri melalui sandangnya, bagian hidup almarhum yang paling steril dari kontroversi. Diana: Her Fashion Story memajang 25 potong busana yang merefleksikan perjalanan hidup Putri Diana secara kronologis, sejak menjadi rakyat jelata hingga anggota istana.

Interior ekshibisi didesain minimalis untuk menonjolkan koleksi busana.

Koleksinya yang menyita perhatian adalah gaun kreasi Regamus yang dikenakan mendiang dalam sebuah gala pada 1979. Magnet ekshibisi lainnya ialah blus sifon jambon rancangan David Emanuel yang dikenakan Diana dalam sesi pemotretan Vogue pada 1981. Dirilis bertepatan dengan berita pertunangannya, baju yang dijuluki Lady Di Blouse itu langsung laris di pasaran—termasuk tiruannya. “Pameran ini mengisahkan perjalanan seorang wanita muda yang dengan cepat belajar aturan busana diplomatik dan kerajaan, yang dalam prosesnya memopulerkan industri fesyen dan perancang busana Inggris,” ujar Eleri Lynn, kurator pameran.

Wajah Putri Diana cukup sering menjadi cover beberapa majalah ternama.

Diana: Her Fashion Story juga menyoroti hubungan dekat Diana dengan Catherine Walker, perancang asal Prancis yang berbasis di London. Mayoritas pakaian yang dipakai Diana selama menjabat Princess of Wales merupakan buah tangannya. Bahkan Catherine jugalah yang menciptakan gaun hitam yang membalut jenazah Diana sebelum dia dimakamkan pada 1997.

Di samping busana-busana ikonis yang senantiasa menjadi pergunjingan, Diana: Her Fashion Story memamerkan beragam memorabilia menarik bertema mode. Kita bisa menemukan antara lain sampul majalah, sketsa dari desainer, hingga baju-baju yang dilelang di New York pada Juni 1997, dua bulan sebelum kematian sang empunya di Paris. Daya tarik lain pameran adalah bangunan yang ditempatinya. Menyambut pergelaran, Sunken Garden di kompleks Kensington Palace dipermak dan diubah menjadi White Garden. Beberapa bunga berwarna putih ditanam, misalnya tulip, mawar, daffodil, dan aster. hrp.org.uk.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Juli/Agustus 2017 (“Memori Putri”).



Comments

Related Posts

1269 Views

Book your hotel

Book your flight