Jogja Lautan Wayang

Lebih dari 1.400 wayang berparade, menari, dan menghibur penonton.  

Oleh Cristian Rahadiansyah
Video oleh Raden Haryo Suryadi

Pada 7 Oktober 2018, Kota Gudeg berubah menjadi Kota Wayang. Merayakan ulang tahun ke-262, Kota Yogyakarta menggelar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), sebuah pergelaran kolosal yang melibatkan lebih dari 1.400 peserta dalam koreografi dan kostum atraktif yang terinspirasi wayang.

WJNC 2018 bergulir sejak magrib hingga malam hari. Dalam konsep street art, para peserta berparade dari Jembatan Gondolayu di Jalan Sudirman, menuju Tugu Pal Putih, hingga akhirnya finis di Jalan Margo Utomo. Sepanjang rute tersebut terpasang tiga panggung utama di mana peserta mementaskan musik dan tarian guna menghibur puluhan ribu penonton. Turut hadir di tengah lautan manusia antara lain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Haryadi Suyuti.

Peserta WJNC 2018 berasal dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Tiap delegasi diwajibkan menentukan tema atau tokoh wayangnya masing-masing, yang kemudian diterjemahkan dalam kostum, tarian, atau properti seperti kendaraan hias. Kecamatan Kotagede, misalnya, mengusung tema Rama Shinta, sementara Gondomanan membawakan Kunti.

Baca juga: Panduan Wisata di Pulau Jawa6 Kuliner Wajib Coba di Yogyakarta

Selain untuk menciptakan variasi, aturan tematik itu bertujuan memperkaya wawasan masyarakat dan turis akan khazanah wayang Jawa. Guna mengawal proses produksi peserta, panitia menyiapkan tim konsultan kreatif yang beranggotakan tujuh seniman, di antaranya Anon Suneko, Kinanti Sekar Rahina, Ali Nur Sotya Nugraha, dan Hermawan Sinung Nugroho.

WJNC, karnaval wayang terbesar di Indonesia, dirintis pada 2016 sebagian bagian dari pawai budaya peringatan HUT Kota Yogyakarta. Kehadirannya menambah koleksi karnaval jalanan di Indonesia. Selain WJNC, publik telah mengenal antara lain Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Banyuwangi Ethno Carnival.

Comments