Seorang turis asing bermain ayunan di Bali. Semester pertama 2021, Bali didatangi hanya 43 turis asing. (Foto: Artem Beliaikin)

Paruh pertama tahun ini, pariwisata Bali masih di posisi kritis. Semester pertama 2021, lumbung turis tersubur Indonesia ini hanya didatangi 43 turis asing, turun drastis dari satu juta turis pada periode yang sama tahun lalu.

Tingkat penyusutan ini jauh di bawah rata-rata nasional. Pada semester pertama 2021, Indonesia masih membukukan 800 ribu pelancong asing, minus “hanya” 74% dari semester pertama tahun lalu.

Melihat arus turis asing per bulannya, grafik turis asing ke Bali juga memprihatinkan. Pada awal tahun, masih ada 10 pelancong datang ke sini. Di Juni, jumlahnya hanya satu orang.

Baca Juga: 35 juta warga Eropa tak sanggup liburan  

Jika melihat pintu masuknya, mayoritas turis asing datang ke Bali menaiki pesawat. Sementara via jalur laut, tercatat hanya delapan orang yang datang, dan semuanya berlangsung di Januari. Dari Februari-Juni, tak satu pun kapal turis bersandar di Pelabuhan Benoa.

Satu-satunya berita positif barangkali datang hanya dari sektor perhotelan. Semester pertama 2021, tingkat okupansi hotel bintang di Bali menunjukkan tren meningkat, walau masih fluktuatif. Di Januari, okupansi hotel tercatat 11%, lalu turun jadi 10% di April, kemudian naik menjadi 16% di Juni.

Namun begitu, pertumbuhan itu turut ditunjang oleh penurunan pasokan kamar. Pada 2020, jumlah hotel bintang di Bali berkurang 127 unit—penurunan terbesar dalam sejarah. Dengan catatan ini, Bali pun kehilangan gelarnya sebagai provinsi dengan hotel terbanyak di Indonesia.Cristian Rahadiansyah