Prancis Siap Buka Pusat Seni Digital Terbesar

Karya Gustav Klimt berjudul Le Baiser. (Foto: Culturespaces - Nuit de Chine ; © De Agostini Picture Library / E. Lessing / Bridgeman Images ; © akg-images / Erich Lessing)

Setelah membuka museum terapung pertama serta menggelar pameran Van Gogh dan Da Vinci, tahun depan Prancis kembali bakal memanjakan para pencinta seni di dunia. Pasalnya, sebuah bekas bungker Perang Dunia II yang berada di Bordeaux resmi diubah menjadi pusat seni digital terbesar di dunia.

Ruang seni bernama Les Bassins de Lumières yang bakal dibuka pada 17 April 2020 tersebut akan memamerkan beragam karya multimedia interaktif yang diproyeksikan ke dinding dan di atas genangan air. Pengelola Les Bassins de Lumières akan menggunakan seratus proyektor video untuk ‘menghidupkan’ karya seniman ikonis Gustav Klimt dan Paul Klee. Beberapa karya yang dipamerkan termasuk karya Klimt yang berjudul Le Baiser.

Ruang seni yang dikurasi oleh Culturespaces ini berukuran lima kali lebih luas dari pusat seni digital L’Atelier des Lumières yang dibuka di Paris pada 2018 silam. Museum ini terdiri dari enam bagian: Le Cube yang akan menampilkan beragam karya seni di ruang kedap suara; Le Citerne yang menyimpan versi asli dari karya-karya yang ditampilkan pada proyeksi digital. Sementara Les Grands Nénuphars mengajak pengunjung untuk menyaksikan karya seni digital yang ditembakkan ke atas air.

Baca juga: Berkunjung ke Museum Fotografi Tertua di Dunia; 3 Museum Fotografi

Selain itu, Les Bassins de Lumières juga telah menyiapkan ruang khusus yang akan menceritakan sejarah bungker, area sains dan teknologi, serta mezzanine. “Les Bassins de Lumières akan menawarkan pengalaman visual yang tak terlupakan,” tutur Presiden Culturespaces, Bruno Monnier, seperti yang dilansir dari Lonely Planet Travel News.

Informasi selengkapnya, kunjungi Culturespaces.

Comments