Untuk kali pertama di 2020, grafik turis Indonesia menorehkan angka positif. Setelah ajek menurun empat bulan berturut-turut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencatatkan surplus di Mei.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, kunjungan turis asing di Januari 2020 mencapai 1.272.083, drop dari 1.377.067 di Desember 2019. Setelah itu, wabah menjalar ganas, memaksa banyak liburan dibatalkan, dan terus memukul arus turis. Di Februari, angka kunjungan susut menjadi 863.960, lalu 470.970 di Maret, kemudian 160.042 di April.

Tapi tren negatif itu kemudian berhenti di Mei. Di awal kuartal dua, Indonesia berhasil membukukan 163.646 kunjungan pelancong dari luar negeri. Artinya ada penambahan sekitar dua persen dibandingkan April.

Jumlah Kunjungan Wisman Januari-Mei 2020 

Sumber: Badan Pusat Statistik

Statistik itu mengembuskan harapan bagi pelaku pariwisata, walau di sisi lain juga mencurigakan. Pasalnya, sepanjang Mei, hampir semua penerbangan internasional dibatalkan dan perbatasan negara ditutup untuk kepentingan pelesir. Siapa sebenarnya para turis “nekat” itu?

Dari data BPS, pemasok turis terbesar ke Indonesia di Mei ialah Timor-Leste. Negara ini membukukan hampir separuh angka kunjungan nasional. Kendati begitu, ada satu hal yang meragukan pada grafik Timor-Leste. Sejak Januari-Mei, angkanya konsisten di kisaran 80.000-an, sebuah sinyalemen turis dari sana sejatinya komuter.

Sebuah restoran di Ubud ditutup akibat wabah Covid-19. (Foto: Eduardus Pradipto/Unsplash)

Eksportir turis terbesar kedua ke Indonesia ialah Malaysia. Di Mei, Negeri Jiran membukukan 40 persen kunjungan nasional. Berbeda dari Timor-Leste, jumlah turis Malaysia fluktuatif. Di Januari mencapai 164.372 kunjungan, sementara di Mei 66.385 kunjungan, naik sedikit dari bulan sebelumnya.

Melihat daftar kunjungan wisman berdasarkan kebangsaan, pemasok tersubur dari kawasan Eropa sepanjang Mei ialah Belanda dan Swedia. Australia, feeder langganan Bali, berkontribusi hanya 103 kunjungan. Sementara India, primadona baru pariwisata nasional, menyumbang 672 kunjungan.

Pemasok Wisman Terbanyak di Mei 2020

Sumber: Badan Pusat Statistik

Seperti bulan-bulan sebelumnya, mayoritas turis datang bukan dengan pesawat. Di Mei, sekitar 29 persen masuk lewat pelabuhan, sementara 70 persennya melalui pos imigrasi darat. Dari sini bisa diketahui lewat jalur mana turis Malaysia, Timor-Leste, dan Papua Nugini melawat Indonesia.    

Di luar surplus pertama di 2020, secara umum pariwisata Indonesia masih menderita defisit yang monumental. Jumlah kunjungan wisman Januari-Mei 2020 susut 53,36 persen dibandingkan periode yang sama di 2019. Tanda pemulihan memang mulai muncul dan segelintir maskapai asing telah kembali mendarat di Indonesia, tapi jalan masih panjang untuk memulihkan pariwisata nasional.Cristian Rahadiansyah