Pasca Teror Bom Medan, Keamanan Bandara di Indonesia Diperketat

Pengelola bandara perketat keamanan dengan melakukan random check terhadap barang bawaan penumpang. (Foto: Yeray Sánchez)

Merespons ledakan bom bunuh diri di halaman markas Polrestabes Medan pada Rabu 13 November 2019 silam, Angkasa Pura I dan II resmi meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan di 33 bandara di Indonesia—14 bandara yang dikelola AP I, dan 19 badara yang dikelola AP II. Hal ini dilakukan demi menjaga bandara agar tetap aman dan kondusif sehingga kegiatan operasional dan pelayanan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, hal ini harus dilakukan mengingat bandara merupakan salah satu objek vital nasional yang memiliki prioritas dalam hal pengamanan maksimal.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan random check terhadap penumpang pesawat dan barang bawaan. Random check tersebut dilakukan di security check point (SCP), yakni area pemeriksaan dengan metal detector, walking metal detector dan sinar-X.

Di bandara sendiri terdapat dua SCP, yaitu SCP 1 yang dilakukan sebelum penumpang memasuki area check-in, dan SCP 2 di mana pemeriksaan dilakukan sebelum penumpang memasuki boarding lounge. Selain itu, random check juga dilakukan terhadap kendaraan dan orang yang ingin memasuki area bandara dan gedung terminal.

Baca juga: Rute Domestik Bandara Adisutjipto Segera Pindah ke YIA; Lounge Review: Saphire Plaza Premium Lounge Bandara Soetta

Pihak Angkasa Pura I dan II telah melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri serta unit K9 untuk memeriksa barang bawaan serta tas dan koper yang berada di baggage handling area. Upaya lainnya adalah dengan meningkatkan frekuensi patroli berjalan di dalam terminal bandara, memastikan daerah steril terkunci jika tidak digunakan, serta melakukan pengecekan CCTV secara reguler.

Informasi selengkapnya, kunjungi angkasapura2.co.id.

Tags : Bandara
Comments