Menjelajah Kawasan Lower Manhattan

Kendati menjadi titik mula lahirnya New York City, kawasan di tepian selatan Pulau Manhattan kerap dipandang sebagai jantung bisnis semata. Tapi citra itu kini telah berubah. Perhatian yang dicurahkan pascatragedi 9/11 telah memberikan Lower Manhattan wajah baru yang begitu memikat.

Koki lain yang juga terpikat oleh wajah baru Lower Manhattan adalah Andrew Carmellini. Restoran asuhannya, Locanda Verde, tersohor akan menu-menu sayurannya yang ditata dengan hasrat perfeksionis dan kesabaran tingkat tinggi. Di sini, saya menikmati makan malam berisi beetroot tartare yang ditumpuk telur trot; selada ercis dan daun mentol; labu goreng dengan ikan haring; kerang segar yang dicelupkan ke polenta; serta es krim bercampur roti bakar kayu manis yang menutup malam dengan keceriaan masa kanak-kanak.

Selain dunia kuliner yang bergairah, Lower Manhattan menawarkan kehidupan malam yang kian berwarna berkat kemunculan bar-bar yang mengoleksi koktail berkelas. Di TriBeCa misalnya, ada Ward III, bar temaram berisi bartender andal yang meracik minuman secara spontan sesuai selera tamu. Masih di area yang sama, ada Weather Up, cabang dari bar asal Brooklyn.

Bintang dunia malam lain yang tengah bersinar adalah Dead Rabbit Grocery & Grog di pojok Financial District. Interiornya didandani dengan gaya Irish pub: zona bercengkerama di lantai dua dan area minum di lantai bawah. Buku menunya dipenuhi beragam koktail, punch, dan highball dengan ramuan unik yang direvisi saban tahunnya.

Pilihan saya jatuh pada bounty hunter yang berisi bourbon, Curaçao, kopi, dan limau. Ketika sedang menikmati minuman sembari mengamati kerumunan tamu yang didominasi wanita trendi dan pria berpenampilan serius, tiba-tiba seorang pramusaji berteriak sembari memegang gagang telepon.

“Kita peringkat dua!” katanya. Rupanya daftar World’s 50 Best Bars baru dilansir dan Dead Rabbit bertengger di posisi kedua di dunia (dan pertama di Amerika Utara). Prestasi yang membanggakan mengingat bar ini baru diresmikan pada 2013.

Browne & Co. Stationers, toko alat tulis yang sudah ada sejak abad ke-19.

Di hari terakhir trip, saya berhasil menemukan tempat favorit saya: sekunar kayu sepuh yang tertambat di Hudson dan telah diubah menjadi restoran bernama Grand Banks. Konsepnya fine dining, tapi atmosfernya kasual. Tawaran utamanya adalah tiram berkualitas prima, camilan berpenampilan ceria, serta minuman klasik semacam gimlet dan negroni.

Langit senja berangsur gelap dan bangku-bangku di area bar dengan cepat diduduki oleh tamu berpenampilan menawan. Semua orang terperangah acap kali gelombang mengguncang perahu. Restoran ini bagaikan sebuah pengingat: Manhattan, di luar semua keglamorannya, sebenarnya hanyalah sebuah pulau di tepi sungai.

Menutup malam, saya berdiri di ujung perahu dan menatap panorama sekitar. Pencakar langit tampak seperti pepohonan yang tumbuh subur, sementara pelabuhan di tepi pulau bagaikan telapak tangan yang terbuka ramah bagi orang-orang yang ingin menulis lembaran baru dalam hidup. Andai Woody memproduksi ulang filmnya, saya yakin Manhattan akan ditampilkan seutuhnya.

Detail

Rute
Penerbangan ke New York City dilayani oleh banyak maskapai, antara lain Cathay Pacific (cathaypacific.com), Qatar Airways (qatarairways.com), dan Emirates (emirates.com).

Penginapan
Dimiliki salah satunya oleh Robert De Niro, Greenwich Hotel (377 Greenwich St.; 1-212/941-8900; thegreenwichhotel.com; doubles mulai dari Rp7.900.000) menerjemahkan dengan sempurna istilah “rustic luxury.” Dari kutub yang berbeda, Smyth (85 West Broadway; 1-212/587-700; thompsonhotels.com; doubles mulai dari Rp6.900.000) menawarkan desain apartemen modern. Baru dibuka Mei 2016, The Beekman (5 Beekman St.; 1-855/523-3562; thebeekman.com; doubles mulai dari Rp6.400.000) ramai dipergunjingkan karena menempati gedung bersejarah dan menawarkan restoran yang dipimpin oleh Tom Colicchio dan Keith McNally.

Objek Wisata

Makan & Minum

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Juni 2016 (“Pulih Dari Pilu”)

Comments