Turis menikmati pulau pasir di Maladewa, negara berisi 1.190 pulau. (Foto: Shai Pal)

Negara terkecil di Asia mengambil langkah besar: lelang pulau. Tahun ini, demi memulihkan perekonomiannya, Maladewa berniat melelang total 23 pulau yang tersebar di 16 atol. 

Seperti dilansir di situs web Kementerian Pariwisata Maladewa, pulau yang ditawarkan antara lain Velifinolhu, Kaaddoo, Seedheehuraa, dan Kadevaarehaa. Ukurannya bervariasi, dari 5.400 hingga 170.000 meter persegi. Beberapa pulau yang persis bertetangga mesti dikontrak borongan, contohnya Dhonberahaa dan Holhurahaa. 

Maladewa, yang mendapatkan sepertiga PDB dari pariwisata, mensyaratkan pulau-pulau ini dipakai untuk resor dengan sistem sewa guna usaha. Dokumen lelang akan merinci jumlah minimum kamar, batas tinggi bangunan, juga aturan reklamasi lahannya. 

Salah satu pulau di Alif Alif Atoll, Maladewa. (Foto: Maahid Photos)

Jika tertarik berpartisipasi, tenggat waktu pengajuan ialah 6 Juni 2021. Formulir pendaftaran dibanderol $3.250 (sekitar Rp46 juta) dan bisa diunduh di situs web Kementerian Pariwisata. Berhubung masih pandemi, transaksi bisa dilakukan secara daring. 

Lelang pulau bukan hal baru di Maladewa. Gugusan berisi 1.190 pulau ini sudah berulang kali menawarkan peluang serupa. Sistem lelang sengaja dipilih demi meningkatkan nilai pulau sekaligus memperketat proses seleksi proposal bisnis dari investor.

Kendati begitu, momen lelang tahun ini tak lepas dari pandemi. Maladewa sudah membuka pintunya bagi turis sejak Juli 2020, lalu menjanjikan bonus vaksin kepada mereka yang sudi datang pada 2021. Tapi upaya itu tak cukup untuk memulihkan pariwisata. Demi segera menambal defisit, Presiden Ibrahim Mohamed Solih pun mengambil solusi lelang pulau.Cristian Rahadiansyah