Dibanding Jakarta, perkembangan hotel baru di Kuala Lumpur sangat lambat. Dalam beberapa tahun, hanya sedikit penginapan anyar yang memulai bisnisnya di sana. Usut punya usut, ternyata mereka kelebihan stok kamar. Hal tersebut yang membuat pemerintah kota Kuala Lumpur menerbitkan pembatasan izin pembangunan hotel baru untuk sementara.

Dikutip dari Star Metro dan dilansir dari Business Traveler, Walikota Kuala Lumpur Datuk Seri Mohd Amin Nordin Abdul Aziz mengatakan, pemerintahnya saat ini tengah membekukan pengurusan izin pembangunan hotel baru hingga waktu yang tidak ditentukan. “Ada kelebihan suplai kamar untuk hotel dan ruang kantor di Kuala Lumpur dan pemerintah pusat menginstruksikan agar kita lebih tegas dalam mengatasi hal ini,” ujarnya.

Kebijakan tersebut berlaku untuk segala jenis hotel dengan beragam target pasar. Meskipun demikian, pengembang yang sudah mengantongi izin sebelumnya tetap diperkenankan untuk meneruskan proses pembangunan. Saat ini terdapat 939 hotel di Ibu Kota Malaysia tersebut, di mana separuh diantaranya adalah hotel bujet. Nordin percaya jumlah itu masih dapat memenuhi kebutuhan 12 juta turis internasional yang diprediksi masuk ke Kuala Lumpur tahun ini.

Informasi lebih lanjut, kunjungi DBKL.