Grand Inna Bali Beach, salah satu hotel BUMN yang akan dilebur dalam Hotel Indonesia Group. (Foto: Johannes P. Christo)

Operasi penyehatan perusahaan pelat merah oleh Menteri BUMN Erick Thohir mengubah peta industri perhotelan. Seluruh hotel milik 10 BUMN, dari Angkasa Pura hingga Krakatau Steel, akan ditempatkan di bawah satu payung induk bernama Hotel Indonesia Group (HIG).

Belum ada informasi apakah merek dari tiap hotel itu akan diubah. Pastinya, jika agenda konsolidasi pemerintah jadi dieksekusi, HIG kemungkinan akan menaungi total 55 hotel, menempatkannya di ranking keempat daftar grup hotel lokal dengan properti terbanyak.  

Hingga Oktober 2020, berdasarkan data dari tiap situs web hotel, jumlah hotel HIG sekitar sepertiga dari koleksi Archipelago International, raja hotel di Indonesia. Archipelago, grup yang berkantor pusat di Jakarta, memiliki portofolio 156 properti di empat negara, termasuk Kuba dan Malaysia.

Posisi kedua grup hotel lokal terbesar dihuni oleh Santika Indonesia, anak usaha Kompas-Gramedia. Hingga Oktober 2020, grup in membawahi 114 hotel di 23 provinsi. Santika sempat merambah Singapura memakai merek Amaris, tapi hotel ini kemudian ditutup.

Baca Juga: Grup Hotel Terbesar di Dunia

Di posisi ketiga, ada Tauzia yang mengelola 63 hotel dalam enam merek, termasuk Harris dan Yello. Grup ini dirintis pada 2001. Pada 2018, mayoritas sahamnya diakuisisi oleh The Ascott, raksasa properti asal Singapura.

Kolam renang The Samaya Seminyak, hotel milik Santika—grup hotel lokal terbesar kedua pada 2020. (Foto: The Samaya Seminyak)

Satu catatan menarik tahun ini, daftar grup hotel lokal terbesar dihuni tiga pemain muda, yakni Waringin (didirikan pada 2010), Dafam (2010), serta Azana (2014). Mereka berhasil menembus klasemen 10 besar, menggeser para senior seperti Jayakarta, Sofyan, dan Kagum.

Juga menarik ialah agenda ekspansi internasional sejumlah grup hotel. Mereka mulai membuktikan hotel Indonesia tak cuma jago kandang. Sahid misalnya, meresmikan hotel di Uzbekistan pada Maret 2020. Contoh lainnya ialah Metropolitan Golden Management, perusahaan yang turut didirikan oleh Ciputra. MGM berencana merambah Myanmar, Laos, Filipina, dan Thailand. –Cristian Rahadiansyah