Rencana pembukaan kembali Bali untuk turis asing yang seharusnya dilakukan pada 11 September 2020 mendatang resmi ditangguhkan. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan. Pemerintah juga memutuskan untuk mengoptimalkan turis domestik dan kembali memulihkan industri pariwisata. Sehingga turis asing tidak diperbolehkan berkunjung ke Bali hingga akhir tahun ini.

Selain itu, kasus positif Covid-19 yang masih meningkat dan beberapa negara tetangga seperti Australia—sebagai penyumbang turis terbanyak ke Bali—masih memberlakukan lockdown menjadi faktor pendukung mengapa Bali masih menutup pintunya bagi turis asing.

Baca juga: Kurva Virus di Bali Usai Wisata Dibuka; Kurva Virus 14 Negara Setelah Wisata Dibuka

Pemerintah pusat telah menghimbau agar masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menaati protokol kesehatan di manapun berada, mulai dari hotel, restoran dan objek wisata yang lain. Pasalnya, usai pembukaan wisata lokal pada Juli silam, Bali telah mencatatkan penambahan ribuan kasus positif Covid-19 per pekan.

Pemprov juga mewajibkan turis untuk mengunduh aplikasi pendataan Love Bali dan mengaktifkan GPS telepon genggam saat berwisata. Hotel-hotel pun giat mempromosikan protokol baru mereka.