8 Situs Retret Filipina

Kiri-kanan: Pondokan spa di Dedon Island; barisan cottage yang menghadap Taytay Bay di Apulit Island.

Dedon Island – Siargao, Surigao del Norte
Tidak seperti namanya, Dedon Island bukanlah resor di pulau privat. Tapi lokasinya memang cukup eksklusif dan terpencil, hingga membuatnya mirip wadah retret pribadi. Dedon Island bisa dijangkau menggunakan pesawat selama satu jam dari Cebu ke Bandara Sayak di Siargao, disambung transfer dengan jeepney selama setengah jam menuju area rindang di pesisir tenggara Provinsi Surigao del Norte. Kisahnya dimulai saat Bobby Dekeyser, pengusaha blasteran Belgia-Jerman sekaligus mantan atlet sepak bola, menetap di area ini saat mengawasi perusahaannya memproduksi furnitur outdoor. Dia kemudian memutuskan untuk membeli Pansukian Tropical Resort, properti seluas empat hektare, lalu mengubahnya menjadi Dedon Island—resor premium sekaligus showroom untuk mempertontonkan mebel buatannya.

Tamu peselancar mungkin akan langsung meluncur ke Cloud 9 untuk mengendarai ombak-ombak legendaris Asia, sedangkan mereka yang gemar bermalas-malasan pasti lebih memilih menghabiskan waktu di kursi-kursi santai berbahan tenun atau bersemadi di Nestrest, sofa berbentuk sarang lebah yang bergelantungan di batang kelapa. Tamu juga bisa berelaksasi di salah satu dari sembilan vila yang dirancang oleh duet desainer asal Prancis, Daniel Pouzet dan Jean-Marie Massaud. Seperti di Club Med, tarif Dedon Island bersifat all-inclusive, namun yang termaktub di dalamnya bukan cuma makanan, tapi juga sesi yoga privat, tur perahu, serta makan malam dengan sampanye untuk dua orang di atas hamparan pasir sehalus bedak.

Tips: Bobby Dekeyser mengatakan, trip favoritnya adalah mengunjungi laguna-laguna dan gua-gua Sohoton. Pengun-jung bisa menjangkau tempat-tempat tersebut dengan menaiki kayak, atau mengikuti cara unik Dekeyser: menaiki paddleboard.

63-917/701-7820; dedonisland.com; mulai dari $435 per orang per malam.

Apulit Island – Taytay, Palawan
Apulit Island, sebelumnya bernama Club Noah Isabelle, diluncurkan oleh El Nido Resorts pada 2010. Di sepanjang cekungan yang menghadap Taytay Bay, 50 water cottage bergaya rumah panggung berbaris di atas perairan dangkal. Tebing batu kapur yang diselimuti rimba menjulang di belakang mereka, sementara sisa lahan di pulau privat seluas 40 hektare ini tidak dijamah agar tetap menjadi habitat bagi satwa liar endemis semacam tupai dan burung rangkong Palawan.

Ada banyak pilihan aktivitas untuk mengisi hari, di antaranya tur lintas pulau, menelusuri gua, rappelling (menuruni tebing dengan tali), berlayar dengan Hobie Cat, atau menyelami 10 titik diving di sekitar resor. Tipe Loft Water Cottage memiliki tangga yang terhubung ke laut, jadi tamu bisa snorkeling langsung dari pelataran kamar. Hamparan karang di sini mengoleksi satwa laut yang bervariasi (Taytay adalah rumah bagi lebih dari 156 spesies ikan) dan juga rutin dikunjungi oleh satwa pelagis semacam penyu dan manta. Kawasan ini bagaikan sebuah penangkaran raksasa. Besar kemungkinan Anda akan melihat bayi hiu blacktip berkeliaran di air dangkal di bawah balkon cottage.

Tips: Sajian berkonsep prasmanan disuguhkan di Clubhouse, tapi jika Anda datang bersama pasangan, minta staf menyiapkan makan malam privat di pantai atau makan siang di Isla Blanca.

63-2/8130-000; elnidoresorts.com; doubles mulai dari $528.

Comments