Reza Puspo, penggemar maraton dan pendiri komunitas IndoRunners.

Wawancara oleh Yohanes Sandy 

Mandeh
Gugusan pulau di Mandeh, Sumatera Barat, mulai bersinar pada 2000-an. “Pantai dan pemandangannya bagus sekali. Trip ini membuka mata saya tentang Indonesia,” kenang Reza yang melawat Mandeh pada 2016. Katanya lagi, pantai-pantai di Mandeh masih perawan dan nyaris steril dari sampah, antara lain berkat minimnya turis. “Pulaunya serasa milik pribadi.”  

Berlin Marathon, lomba yang rutin diikuti atlet-atlet elite. (Foto: SCC Events/Sportograf/Berlin Marathon)

Berlin
Bagi pelari, Berlin Marathon adalah ajang bergengsi. Walau bukan yang tertua maupun terbesar, lomba lari andalan kota Berlin ini rutin diikuti atlet-atlet elite. Reza pun pernah mengikutinya pada 2014. “Saya berhasil memecahkan rekor maraton pribadi saya dengan waktu tiga jam 55 menit,” kenangnya bangga. Bagi non-pelari, kunjungan ke Berlin Marathon juga menawarkan sensasi tersendiri. “Jalanan lebih meriah. Anda bisa menikmati suguhan-suguhan menarik yang digelar oleh warga lokal, termasuk tenda musik jazz.” 

Pesisir yang ditaburi bebatuan besar—panorama khas Belitung. (Foto: Anggit Rizkianto)

Belitung
Awalnya produsen timah, Belitung merekah jadi destinasi wisata, antara lain berkat popularitas novel Laskar Pelangi. “Belitung itu masih ‘mentah,’ tapi itu yang menarik,” jelas Reza. “Pantainya indah, makanannya tidak terlalu mengecewakan.” Menurutnya, hidangan yang wajib dicoba di sini ialah mi dan seafood dengan bumbu khas lokal. Satu lagi magnet Belitung bagi Reza ialah jalan-jalannya yang mulus dan sepi, cocok untuk penggemar sepeda. “Saya bisa bersepeda puluhan kilometer dan hanya menemukan empat lampu merah.” 

Kawasan belanja di Shibuya, Tokyo. (Foto: Bohdan Maylove)

Tokyo
“Cocok untuk liburan keluarga segala umur,” ujar Reza tentang Tokyo, megapolitan yang menaungi beragam magnet wisata, mulai dari taman rekreasi, museum, serta tentu saja aneka restoran kelas dunia. “Semua kebutuhan anggota keluarga mulai dari anak hingga istri bisa dengan mudah dipenuhi di sini,” tambah ayah dari dua anak ini. “Tokyo yang modern juga mengajarkan anak-anak untuk lebih mengenal perkembangan zaman.”    

Place Vendome, alun-alun ikonis Paris. (Foto: Leo Serrat)

Paris
Walau dikenal sebagai destinasi romantis, Paris kerap dicibir lantaran sikap kasar warganya. Tapi Reza mengaku menemukan citra sebaliknya. “Orang-orang yang saya temui sepanjang lima hari umumnya ramah. Entah di restoran, di taksi, semuanya tak seperti yang kerap saya dengar,” kenangnya. Dalam kunjungannya ke Paris, Reza dan keluarga menginap daerah populer 8th Arrondissement, tak jauh dari Champs-Elysees Avenue dan Grand Palais.