Bus merah khas London. Inggris akan stop penjualan mobil bensin dan solar pada 2030, sementara London terapkan zona bebas emisi mulai 2020. (Foto: Aron Van de Pol)

Oleh Cristian Rahadiansyah  

Inggris akan melarang penjualan mobil baru berbahan bakar bensin dan solar mulai 2030, kemudian mobil hibrida pada 2035. Agenda ambisius yang dinamai “green industrial revolution” itu diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson pada pertengahan November 2020. Niat besarnya, katanya, mengerem pemanasan global sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. 

Inggris tidak sendirian. Merujuk data International Council on Clean Transportation, banyak negara di Eropa telah mengumumkan komitmen serupa, contohnya Belanda, Denmark, Islandia. Khusus Skotlandia, targetnya ialah 2032, sementara Prancis pada 2040. Norwegia, pasar tersubur untuk mobil listrik, mematok target yang lebih agresif: 2025. 

Kiri-kanan: Tuk tuk di Sri Lanka, negara yang akan mengganti semua mobil pemerintah dengan mobil hibrida atau listrik pada 2025. (Foto Richard de Ruijter). Mobil sedang mengisi daya di Jerman, negara yang memberi subsidi pembelian mobil listrik. (Foto: Marc Heckner)

Penting dicatat, belum semua negara di Eropa menuangkan agendanya dalam regulasi resmi. Proses ini butuh waktu. Peralihan ke mobil listrik menuntut kompromi politik dan investasi yang monumental. Berhubung mobil jenis ini masih kelewat mahal, pemerintah mesti menyediakan subsidi untuk memacu penjualannya. Dana besar juga diperlukan untuk membangun infrastruktur, khususnya instalasi isi ulang aki dan pembangkit listrik baru. 

Baca Juga: 10 Destinasi Paling Ramah Lingkungan

Beralih ke Asia, hasrat meninggalkan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine, ICE) juga muncul di sejumlah negara. Mengutip data The Climate Center, setidaknya enam negara di kawasan ini sudah mengumumkan target peralihan ke mobil listrik, termasuk India, Taiwan, dan Korea Selatan. Tambahan terbarunya ialah Singapura, yang berniat mengharamkan mobil diesel dan bensin pada 2040.

Taksi melintasi jalan di Singapura, negara yang akan meninggalkan mobil bensin dan solar pada 2040. (Foto: Cris Tagupa)

Khusus Indonesia, pemerintah pada 2019 telah menerbitkan Peraturan Presiden untuk memacu industri kendaraan bermotor listrik di dalam negeri. Memang, belum ada target resmi penghentian penjualan mobil bahan bakar fosil. Tapi agenda ini mau tidak mau akan terwujud secara otomatis, sebab banyak pabrik kendaraan berniat menyetop produksi mobil ICE.   

Baca Juga: 20 Kota dengan Jalur Sepeda Terpanjang

Bagi wisatawan, punahnya mobil ICE tentu akan menjadikan banyak destinasi lebih bersih dan hening. Tingkat emisi dan polusi akan berkurang drastis, sementara raungan knalpot bakal digantikan suara desis artifisial. Berikut daftar 20 negara yang akan melarang mobil berbahan bakar bensin dan solar:

1. Austria
Menyetop mobil ICE untuk taksi dan rental pada 2027.

2. Belanda
Melarang penggunaan mobil ICE pada 2030; memberi insentif pajak untuk mobil listrik. Khusus Amsterdam, pusat kota akan steril dari mobil ICE pada 2025.

3. Denmark
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; menargetkan penjualan 5.000 mobil listrik pada 2019, lalu satu juta unit pada 2030.

4. India
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030.

5. Inggris
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030. Khusus London, zona bebas emisi diberlakukan bertahap mulai 2020.

6. Irlandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; menargetkan penjualan 900.000 mobil listrik pada 2030.

7. Islandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030, kecuali di daerah pelosok tanpa infrastruktur mobil listrik yang memadai.

8. Israel
Menutup impor mobil ICE pada 2030.

9. Jepang
Memberi insentif pembelian mobil listrik sejak 1996.

10. Jerman
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; memberi dana subsidi maksimum €6.000 untuk pembelian mobil listrik.

11. Korea Selatan
Menargetkan 30% penjualan mobil listrik pada 2020.

12. Norwegia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2025; memberi insentif pembelian mobil listrik. Khusus Oslo, pusat kota steril dari mobil ICE pada 2030, sementara di Bergen pada 2025.

13. Prancis
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2040. Khusus Paris, penggunaan mobil diesel dibatasi pada 2024, lalu mobil bensin pada 2030. Di Strasbourg, mobil diesel dilarang mulai 2025.

14. Singapura
Penghapusan bertahap mobil ICE hingga 2040.

15. Skotlandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2032; memberi kredit bebas bunga untuk pembelian mobil listrik, termasuk untuk operator taksi.

16. Slovenia
Menyetop penjualan mobil ICE dengan emisi 100 gram CO2/km pada 2025, lalu 50 gram CO2/km pada 2030.

17. Spanyol
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2040.

18. Sri Lanka
Mengganti semua mobil pemerintah dengan mobil hibrida atau listrik pada 2025; melarang penggunaan mobil ICE pada 2040.

19. Taiwan
Menyetop penggunaan sepeda motor bensin pada 2035 dan mobil ICE pada 2040.

20. Tiongkok
Menutup produksi dan penjualan mobil ICE pada 2040.

Sumber: International Council on Clean Transportation, The Climate Center.