Arsitektur dekonstruktif Vitra Design Museum rancangan Frank Gehry. (Foto: Thomas Dix/Vitra Design Museum)

1. Vitra Design Museum, Weil am Rhein
Museum ini menampilkan mebel, ornamen, serta grafis buatan desainer ternama, termasuk Alexander Girard, Alvar Aalto, hingga para eksponen Bauhaus. Merefleksikan keragaman itu, arsitek Frank Gehry menciptakan ruang-ruang dekonstruktif dan asimetris yang dinamis. Vitra Design Museum, yang dibuka pada 1989, juga merupakan gedung pertama di Eropa yang dirancang oleh Gehry. design-museum.de

Garage Museum saat musim dingin. Bangunannya didesain oleh Rem Koolhas. (Foto: Ivan Eroofeev/Garage Museum)

2. Garage Museum of Contemporary Art, Moskwa
Museum ini adalah basis ideal untuk menikmati karya seni Rusia sejak era 1950-an. Tapi petualang artistik Anda mungkin sudah dimulai sebelum melewati pintunya. Bangunan museum, yang didesain oleh arsitek selebriti Rem Koolhaas, menampilkan fasad unik dan dingin layaknya garasi futuristik. Garage Museum diciptakan oleh Dasha Zhukova dan Roman Abramovich (pemilik Chelsea FC). Selain pameran, museum ini memiliki program pentas teater, konser musik, serta pemutaran film. garagemca.org

Museu de les Ciencies menampilkan desain kerangka paus. (Foto: Milan Chudoba)

3. Museu de les Ciencies, Valencia
Arsitek kondang Santiago Calatrava lahir di Valencia, dan di sini pula dia menciptakan mahakaryanya—Museu de les Ciencies (Science Museum). Kompleks yang dibuka pada akhir 2000 ini menampilkan desain mirip kerangka paus. Interiornya menampung beragam benda dan alat peraga bertema sains dan teknologi. cac.es   

Neubau, sayap baru museum Kunstmuseum Basel, menyita perhatian lewat desainnya yang menyerupai gardu artistik. (Foto: Julian Salinas/Kunstmuseum Basel)

4. Kunstmuseum Basel
Sayap baru museum ini, Neubau, berhasil menyita perhatian lewat desainnya yang menyerupai gardu artistik. Bangunan yang dibuka pada 2016 ini dirancang oleh Christ & Gantenbein. Fungsinya menggelar pameran tematik sekaligus presentasi temporer dari koleksi permanen. kunstmuseumbasel.ch 

MMM Corones digagas oleh pendaki veteran Reinhold Messner. (Foto: Wisthaler Harald/MMM Corones)

5. Messner Mountain Museum Corones, Plan de Corones
Khas kreasi Zaha Hadid, museum ini tampil evokatif, mirip gerbong futuristik yang tersangkut di antara bebatuan. Messner Mountain Museum (MMM) Corones digagas oleh Reinhold Messner, manusia pertama yang menaklukkan 14 gunung dengan ketinggian minimum 8.000 meter. Museum ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan enam museum bertema gunung yang disebar dari Belluno hingga South Tyrol di utara Italia. messner-mountain-museum.it

Barcelona Design Museum dibuka pada 2014 di kawasan artistik Placa de les Glories. (Foto: Museu del Disseny de Barcelona)

6. Museu del Disseny de Barcelona
Barcelona tak pernah terpilih sebagai World Design Capital, tapi kehadiran Museu del Disseny (Design Museum) membuatnya layak menjadi destinasi idaman para desainer. Museum ini dibuka pada 2014 di kawasan artistik Placa de les Glories. Koleksinya menembus 70.000 objek yang mewakili empat disiplin desain: dekoratif, produk, grafis, dan fesyen. ajuntament.barcelona.cat  

Fasad berlapis mural Museum for Urban Contemporary Art, Berlin. (Foto: Urban Nation)

7. Museum for Urban Contemporary Art, Berlin
Di bawah semboyan “Connect, Create, Care,” Museum for Urban Contemporary Art mendokumentasikan karya-karya penting dalam disiplin grafiti. Uniknya, bangunan museum ini juga dijadikan bagian dari karya. Secara berkala, pihak pengelola mengundang artis untuk memperbarui mural pada fasad museum. Datang di waktu berbeda, pengunjung mungkin akan menemukan tampilan eksterior yang berbeda. urban-nation.com 

Museum baru MUNCH didedikasikan bagi seniman Edvard Munch. (Foto: MUNCH)

8. MUNCH, Oslo
Fans Edvard Munch, pembuat lukisan Jerit, punya alasan baru untuk lebih semangat menyambut musim semi 2021. Sebuah museum yang didedikasikan bagi sang maestro akan dilansir di Oslo. Dalam 11 galeri, MUNCH memajang secara permanen lebih dari 200 karya. Museum ini didesain oleh Estudio Herreros. Fasilitasnya meliputi aula konser, bioskop, toko, serta restoran. munchmuseet.no  

OMM, kompleks yang dibuka pada 2019, memadukan langgam desain Jepang dan Turki. (Foto: NAARO/OMM)

9. Odunpazari Modern Museum, Eskisehir
Langgam desain Jepang dan Turki berpadu dalam Odunpazari Modern Museum (OMM). Sang arsitek, Kengo Kuma, mencomot ilhamnya dari kubah Ottoman dan estetika spasial rumah Jepang, dengan elemen paling menonjol berupa tumpukan kayu (Odunpazari artinya “pasar kayu”) pada fasad bangunan. Merayakan dialog desain itu, OMM dibuka pada 2019 lewat pameran berisi 200 karya seniman Turki dan Jepang. omm.art

Guggenheim Bilbao didesain menyerupai bahtera. (Foto: Jorge Fernández Salas)

10. Guggenheim Bilbao Museum
Diresmikan pada 1997, museum rancangan Frank Gehry ini berjasa membalik perekonomian kota Bilbao yang sempat terpuruk. Pakar tata kota menyebutnya “Bilbao Effect,” yakni proses di mana institusi budaya meningkatkan pamor kota sekaligus menarik investasi dan turis. Juga menarik, bangunan berbentuk bahtera ini bisa dinikmati sebelum masuk. Di pelatarannya terpajang sejumlah karya seni, termasuk patung laba-laba Maman kreasi Louise Bourgeois, Tall Tree & The Eye buatan Anish Kapoor, serta Puppy dari Jeff Koons. guggenheim-bilbao.eus

Riverside Museum didesain oleh Zaha Hadid dan diresmikan pada 2011. (Foto: McAteer/Glasgow Life)

11. Riverside Museum, Glasgow
Arsitekturnya mirip grafik. Sementara interiornya merekam kiprah Glasgow dalam industri transportasi dunia, terutama perannya sebagai sentra galangan dan pabrik kereta. Museum yang didesain oleh Zaha Hadid ini diresmikan pada 2011. Koleksinya menembus 3.000 objek. glasgowlife.org.uk  

Depot Boijmans Van Beuningen, gudang karya yang difungsikan sebagai sayap museum. (Foto: Ossip Duivenbode/Museum Boijmans Van Beuningen)

12. Depot Boijmans Van Beuningen, Rotterdam
Pintunya baru akan dibuka pada September 2021, tapi bangunannya sudah berhasil memikat ratusan orang. Pot gigantik setinggi 40 meter ini berfungsi sebagai gudang karya milik Museum Boijmans Van Beuningen. Pendiriannya lahir dari gagasan cerdik. Alkisah, akibat keterbatasan area pamer, Boijmans hanya bisa memajang sekitar delapan persen koleksinya. Demi membuka akses publik terhadap karya, pengelola memutuskan menyulap gudangnya jadi ruang pamer. boijmans.nl

Bagian atas Amos Rex, museum yang dibuka pada 2018. (Foto: Mika Huisman/Amos Rex)

13. Amos Rex, Helsinki
Setelah rencana waralaba Guggenheim Museum ditolak dewan kota, Helsinki mengalihkan energinya untuk mendirikan Amos Rex—keputusan yang tidak mengecewakan. Museum yang dibuka pada 2018 ini berhasil memikat publik, antara lain berkat desainnya yang atraktif. Ruang pamernya bersemayam di bawah tanah, sementara lapisan atasnya ditaburi kaca bundar yang menyerupai lampu tembak. amosrex.fi

MAAT, kompleks di Sungai Tagus yang didesain oleh Amanda Levete. (Foto: Vitor Pinto)

14. Museum of Art, Architecture & Technology, Lisbon
Bangunan atraktif yang dibuka pada 2016 ini dirancang oleh Amanda Levete, arsitek asal Inggris. Bentuknya mirip pulau pasir di Sungai Tagus. Sesuai namanya, Museum of Art, Architecture & Technology (MAAT) didedikasikan untuk menampilkan kreasi dan gagasan di cabang seni, arsitektur, serta teknologi. maat.pt  

Lumen Museum bertengger di ketinggian 2.275 meter di utara Italia. (Foto: Paolo Riolzi/Lumen Museum of Mountain Photography)

15. Lumen Museum of Mountain Photography, Kronplatz
Kronplatz bukan gunung yang paling kondang di dunia. Akan tetapi, sejak Desember 2018, gunung di utara Italia ini punya magnet untuk jadi favorit pendaki, atau lebih tepatnya pendaki yang hobi foto. Bertengger di ketinggian 2.275 meter, Lumen Museum of Mountain Photography mengundang publik untuk mengenal disiplin fotografi gunung. Galerinya menampung foto-foto buatan pendaki veteran, termasuk Joseph Tairraz dan Louis-Auguste Bisson. lumenmuseum.it

Fondation Louis Vuitton, kompleks megah di Paris yang dirancang oleh Frank Gehry. (Foto: Iwan Baan/Fondation Louis Vuitton)

16. Fondation Louis Vuitton, Paris
Fondation Louis Vuitton adalah rumah berisi karya-karya seni koleksi Bernard Arnault, CEO LVMH. Untuk desainnya, dia menyewa Frank Gehry, otak di balik Guggenheim Museum Bilbao. Museum ini menjulang di antara pohon rindang taman Jardin d’Acclimatation. Struktur kaca sengaja dipilih demi mengenang restoran legendaris Palmarium yang dulu terletak di sini. fondationlouisvuitton.fr