Checking In: Plataran Bromo

Resor jaringan bintang lima pertama di kawasan Bromo. Tak cuma menaikkan standar kemewahan, tapi juga membuka peluang lahirnya pergelaran baru.

Suasana Plataran Bromo di malam hari.

Teks & foto oleh Yusni Aziz

Lokasi
Walau sudah lama tersohor di panggung dunia, kawasan Bromo tak dilirik satu pun jaringan hotel. Seluruh penginapan di sini berstatus butik, mayoritas membidik segmen bujet. Itulah sebabnya kehadiran Plataran Bromo merupakan tonggak penting dalam sejarah pariwisata kawasan ini. Resor yang dibuka bertahap sejak 2017 ini bernaung di bawah bendera Plataran, grup hotel dan restoran yang mengelola properti di enam provinsi di Indonesia. Plataran Bromo berlokasi di Desa Ngadiwono, sekitar 30 menit berkendara dari viewpoint Penanjakan.

Desain area Mezzanine Lodge yang mengombinasikan partisi bergaya Jepang dengan tegel kunci tradisional.

Desain
Lazimnya properti Plataran, resor ini mengombinasikan antara arsitektur modern dan desain interior yang eklektik. Mebel klasik dan kontemporer dipadukan dalam ruangan yang dihiasi tegel kunci serta kayu dan bata ekspos. Sentuhan industrial yang unik sekaligus kontras dihadirkan oleh pajangan mobil antik dan lokomotif tua milik Yozua Makes, CEO Plataran Group.

Kiri-kanan: Kamar tidur Private Pool Family Villa; kamar mandi utama di Private Pool Family Villa.

Kamar
Tipe Private Pool Family Villa, rumah tiga lantai yang berkapasitas 10 orang, merupakan opsi ideal untuk liburan bersama teman atau keluarga. Jika mendambakan kamar yang lebih simpel, resor ini memiliki Mezzanine Lodge yang dikemas layaknya hostel premium. “Kecenderungannya yang datang ke Bromo itu bergerombol, karena itu hadir konsep lodge,” jelas Fauzi Prihatin, Manager Area Plataran Bromo. Oktober tahun ini, jumlah lodge akan ditambah dengan pembukaan Luxury Lodge, Attic Lodge, dan Family Lodge. Tahun depan, Plataran Bromo berencana melansir 60 kamar tambahan, langkah ekspansi yang akan menjadikannya resor terbesar di Bromo.

Area bersantai Langit Bromo yang didominasi kayu dan bata ekspos.

Fasilitas
Minimnya area pergelaran membuat Bromo hanya punya segelintir acara untuk memikat turis. Di poin inilah Plataran Bromo juga punya arti penting. Putri Dewi Amphitheater, salah satu fasilitasnya, menawarkan wadah pentas amfiteater yang dilengkapi sistem audio modern—suguhan yang memungkinkan lahirnya ajang tandingan Jazz Gunung.  Resor ini juga memiliki JivaDevi Nursery, rumah kaca yang menampung koleksi flora milik Dewi Makes. Plataran Bromo memiliki dua restoran yang menyuguhkan kuliner Indonesia seperti gurami asam manis, ayam lengkuas, dan sayur tujuh rupa. Restoran pertama bersarang di Langit Bromo, bangunan yang juga menampung Mezzanine Lodge. Restoran kedua, Teras Bromo, ditancapkan di bukit yang menghadap Gunung Arjuna dan dilengkapi area parkir bagi 100 jip.

Salah satu koleksi otomotif Yozua Makes yang menghiasi sudut Plataran Bromo.

Aktivitas
Lewat paket Magical Plataran Sunset & Sunrise Bromo Tour, resor ini menawarkan aktivitas yang paling digemari turis di Bromo: menonton prosesi matahari terbit dan terbenam. Untuk kegiatan yang lebih bernuansa budaya, paket atraktif Tengger Caldera Wanderlust mengajak tamu menyelami kehidupan masyarakat Tengger sekaligus mengikuti kelas memasak yang mencakup sesi memetik sayur. Paket lain yang menarik adalah Savanna Picnic Breakfast, yakni piknik pagi hari di sabana dengan ditemani butler.

Desa Ngadiwono, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur; 0341/356-634; plataran.com; lodge mulai dari Rp 875.000.

Comments