40 Tempat & Acara di Bali Pilihan Warga Lokal

Mendukung pemulihan Bali, kami meminta selusin warganya menuturkan tempat dan acara favorit mereka, sekaligus mengingatkan kita kenapa pulau ini selalu menarik dikunjungi kembali.

Mola-mola di Bali. (Foto: Franco Banfi-Getty Images)

Teks & Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah

SELAM

Referensi dari Avandy Djunaidi, instruktur selam; pendiri Bali International Diving Professionals.

Nusa Lembongan
Molamola merupakan ikon laut Bali, dan lokasi terbaik untuk menyaksikannya adalah Nusa  Lembongan (lembonganisland.com), persisnya di titik selam Blue Corner. Satu peringatan dari Avandy saat menyelam di sini: arus laut cukup kuat—karakter yang memang disukai oleh ikan berbadan besar, tapi menghadirkan tantangan bagi penyelam.
Tulamben
Bisa dimasuki dengan berjalan dari pantai, Tulamben memang terbilang ramah untuk penyelam. Target favorit penyelam di sini tentu saja bangkai kapal Liberty yang telah menjadi rumah bagi banyak satwa. Menyelam di pagi buta, jika beruntung, kita bisa melihat keluarga bumphead parrotfish tidur massal di dekat kapal.

Nusa Penida
Dari 23 titik selam di sekeliling Nusa Penida (nusapenida.com), Manta Point merupakan yang terlaris berkat suguhannya yang memukau. “Banyak manta datang untuk membersihkan badan mereka dari parasit dengan bantuan ikan wrasse,” ujar Avandy. Selain untuk bersih-bersih, manta mampir ke sini untuk menyantap plankton.

Will Goldfarb, koki Room 4 Dessert; upacara Melukat di Sanur (Foto: Putu Sayoga)

RESTORAN

Referensi dari Sarah Dougherty, penulis kuliner; publisher threesixtyguides dan travel app 360Bali.

Room 4 Dessert
Kehadirannya memperkuat reputasi Jalan Sanggingan sebagai “jalur kuliner” Ubud. Tiap kali ke Ubud, Sarah selalu menyempatkan mampir ke Room 4 Dessert (room4dessert.asia), baik untuk  melahap kudapan ataupun menyeruput “salah satu whisky sour terbaik.”

Chez Gado Gado
“Konsep menunya kini lebih kasual,” jelas Sarah, “tapi rasanya cukup spesial.” Chez Gado Gado (gadogadorestaurant.com) menyajikan kuliner Pan-Mediterranean, ditambah beberapa masakan Indonesia seperti ayam betutu, nasi goreng, serta tentu saja, gado-gado.

Ku De Ta & Mejekawi
“Menunya segar dan lezat, dan sarapannya merupakan favorit saya,” jelas Sarah tentang Ku De Ta (kudeta.com). Mejekawi, satu kompleks dengan Ku De Ta, terkenal akan eksperimen dapurnya. Favorit Sarah di sini: steik, pretzel, serta menu pencuci mulut.

Sawah di Jatiluwih. (Foto: Agung Parameswara)

FOTO

Referensi dari Putu Sayoga, fotografer dokumenter kelahiran Bali; salah seorang pendiri kolektif Arka Project.

Desa Sanur
Berbeda dari banyak daerah lain di Bali, Sanur memberlakukan regulasi yang lebih ketat di bidang pariwisata, mulai dari soal pendirian hotel hingga jam malam. “Asri dan tidak terlalu ramai,” jelas Sayoga. Kelebihan lain Sanur adalah kulinernya. Empat warung favorit Sayoga adalah Warung Bu Weti, Warung Lawar Kodi, Nasi Lawar Men Tingen, dan Warung Sop Ikan Mak Beng.

Desa Jatiluwih
Bali bukan produsen beras utama, tapi pulau ini memiliki salah satu sawah yang paling fotogenik dan paling terkenal di dunia. Berkunjung ke Jatiluwih, kita bisa melihat sawah terasering yang terhampar luas. “Desa ini menanam padi varietas lokal yang berasnya berwarna merah,” tambah Sayoga.

Desa Munduk
Banyak orang menjulukinya “desa di atas awan.” Munduk (munduk.co) memang bertengger di dataran tinggi, persis di tepi Danau Tamblingan. Memanfaatkan tanahnya yang subur, warga desa ini membudidayakan tanaman cengkih dan kopi. “Ada banyak spot pemandangan yang indah di sini,” jelas Sayoga.

Comments