Panorama Nice, kota liburan bersejarah yang dinobatkan sebagai anggota Situs Warisan Dunia pada 2021. (Foto: Roxana Crusemire)

Situs Warisan Dunia resmi bertambah. Sidang UNESCO yang bergulir bulan ini di Tiongkok melantik 37 situs baru yang tersebar di 36 negara. Mereka dipilih dari seleksi atas 44 nominasi

Melihat daftar anyar ini, Jerman tersenyum paling lebar. Negara ini memperoleh lima situs tambahan—terbanyak tahun ini. Negara lain yang juga mendapatkan situs cukup banyak ialah Prancis dan Italia, masing-masingnya berjumlah empat situs.

Kereta membelah interior Iran. Tahun ini, Trans-Iranian Railway masuk daftar Situs Warisan Dunia. (Foto: Javad Esmaeili)

Namun begitu, Italia mungkin yang paling bersukacita tahun ini. Negeri Spageti kini bergelar negara dengan Situs Warisan Dunia terbanyak. Sebelumnya, Italia dan Tiongkok sama-sama mengoleksi 55 situs. Akan tetapi, Tiongkok tahun ini mendapatkan hanya satu situs tambahan.

Dari kawasan Asia, delapan negara berhasil memiliki situs baru, contohnya India, Iran, dan Jepang. Ketiganya sama-sama memiliki dua situs tambahan.

Bangunan tua di Karlovy Vary, Republik Cheska. Bersama 10 kota lain di Eropa, Karlovy Vary dikelompokkan sebagai Great Spa Towns of Europe. (Foto: Leonhard Niederwimmer)

Khusus ASEAN, hanya Thailand yang berhasil masuk daftar. Situs barunya, Kaeng Krachan Forest Complex, merupakan habitat bagi sejumlah satwa terancam, umpamanya buaya Siam, banteng, serta gajah dan kura-kura Asia.

Tak ada wakil baru dari Indonesia tahun ini. Situs terakhir di Indonesia yang dilantik UNESCO ialah Tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto pada 2019. Kendati begitu, Indonesia masih berstatus negara dengan Situs Warisan Dunia terbanyak di ASEAN. 

Kolkheti National Park, bagian dari kawasan Colchic di Georgia yang dilantik sebagai Situs Warisan Dunia tahun ini. (Foto: Yogendra Singh)

Sidang Komite UNESCO juga membahas isu-isu seputar situs yang rusak. Sorotan tertuju pada Venesia dan Great Barrier Reef—dua situs yang menderita beragam problem lingkungan, walau akhirnya berhasil menghindari daftar merah berkat upaya di “detik-detik terakhir.”    

Beberapa hari sebelum Komite Warisan Dunia bersidang, Venesia memasang pelang verboten bagi kapal pesiar besar, demi menghindari kerusakan pada kompleks historis. Sementara Great Barrier Reef selamat dari daftar merah berkat lobi kencang dari pemerintah Australia. 

Berbeda dari Venesia dan Great Barrier Reef, Liverpool bernasib nahas. Kawasan maritim bersejarah di kota ini teronggok di daftar merah sejak 2012. Tahun ini, lantaran degradasinya dinilai kelewat kronis, Liverpool dicoret dari daftar elite UNESCO.

Sanctuary of the Madonna, gereja di Bologna yang terkoneksi ke gang-gang Abad Pertengahan—anggota baru Situs Warisan Dunia. (Foto: Constantin Mutaf)

Dengan pengumuman baru UNESCO, total kini terdapat 1.154 Situs Warisan Dunia yang tersebar di 167 negara. (Satu situs bisa menempati lebih dari satu negara.) Penambahan anggota tahun ini lebih banyak dari biasanya, lantaran sidang 2021 sebenarnya merupakan gabungan jilid 2020 dan 2021. Tahun lalu, sidang terpaksa dibatalkan akibat pandemi.

Berikut daftar alfabetis 37 anggota baru Situs Warisan Dunia yang diumumkan UNESCO pada Juli 2021:

  1. Arab Saudi: Hima Cultural Area
  2. Austria/Belgia/Republik Cheska/Prancis/Jerman/Italia/Inggris: The Great Spa Towns of Europe
  3. Austria/Jerman/Slovakia: Frontiers of the Roman Empire – The Danube Limes (Western Segment)
  4. Belanda: Extension of Defence Lines of Amsterdam
  5. Belgia/Belanda: Colonies of Benevolence
  6. Bosnia & Herzegovina/Republik Cheska/Prancis/ Italia/Montenegro/Makedonia Utara/Polandia/Serbia/Slovakia/Swiss: Ancient and Primeval Beech Forests of the Carpathians and Other Regions of Europe
  7. Brasil: Sítio Roberto Burle Marx
  8. Cile: Settlement and Artificial Mummification of the Chinchorro Culture in the Arica and Parinacota Region
  9. Gabon: Ivindo National Park
  10. Georgia: Colchic Rainforests and Wetlands
  11. India: Dholavira: a Harappan City
  12. India: Kakatiya Rudreshwara (Ramappa) Temple, Telangana
  13. Inggris: The Slate Landscape of Northwest Wales
  14. Iran: Cultural Landscape of Hawraman/Uramanat
  15. Iran: Trans-Iranian Railway
  16. Italia: Padua’s fourteenth-century fresco cycles
  17. Italia: The Porticoes of Bologna
  18. Jepang: Amami-Oshima Island, Tokunoshima Island, northern part of Okinawa Island, and Iriomote Island
  19. Jepang: Jomon Prehistoric Sites in Northern Jepang
  20. Jerman/Belanda: Frontiers of the Roman Empire – The Lower German Limes
  21. Jerman: Mathildenhöhe Darmstadt
  22. Jerman: ShUM Sites of Speyer, Worms and Mainz
  23. Korea Selatan: Getbol, Korean Tidal Flats
  24. Meksiko: Franciscan Ensemble of the Monastery and Cathedral of Our Lady of the Assumption of Tlaxcala
  25. Pantai Gading: Sudanese style mosques in northern Côte d’Ivoire
  26. Peru: Chankillo Archaeoastronomical Complex
  27. Prancis: Cordouan Lighthouse
  28. Prancis: Nice, Winter Resort Town of the Riviera
  29. Rumania: Rosia Montana Mining Landscape
  30. Rusia: Petroglyphs of Lake Onega and the White Sea
  31. Slovenia: The works of Joze Plecnik in Ljubljana – Human Centred Urban Design
  32. Spanyol: Paseo del Prado and Buen Retiro, a landscape of Arts and Sciences
  33. Thailand: Kaeng Krachan Forest Complex (KKFC)
  34. Tiongkok: Quanzhou: Emporium of the World in Song-Yuan
  35. Turki: Arslantepe Mound
  36. Uruguay: The work of engineer Eladio Dieste: Church of Atlántida
  37. Yordania: As-Salt – The Place of Tolerance and Urban Hospitality