Kiri-kanan: Cafe Sperl, kafe kesukaan Adolf Hitler. Restoran ini sudah berumur 120 tahun; suasana menjelang malam di Museums Quarter, Wina.

Di belakang MQ ada 7th District yang kian trendi berkat kehadiran sejumlah butik berisi karya perancang kondang, sebut saja pakaian edgy yang terinspirasi fetisisme buatan Tiberius, perhiasan berbahan tanduk dari Anita Münz, serta tas kulit karya Ina Kent. Bagi saya, Lena Hoschek dengan spesialisasi dirndl tampil paling menonjol. Mewakili gairah nasional untuk merawat tradisi tanpa menafikan selera pasar, Lena sukses menafsirkan ulang gaun tradisional Austria agar sejalan menampilkan fasad berbentuk tabung raksasa yang dirangkai cermin dan baja.

Lokasinya persis di seberang struktur gotik St. Stephen’s Cathedral. Dan bukan cuma parasnya yang ikonis, tapi juga penghuninya. Semua warga lokal pasti tahu, Haas Haus menyimpan salah satu bar paling trendi di Wina: Onyx, wadah selebriti Austria menenggak koktail di area banquette berlapiskan kulit, sebelum meluncur ke restoran untuk melahap sushi. Dari jendela-jendela besar Onyx yang menghadap katedral, saya pun menangkap karakter khas Wina: sebuah jukstaposisi antara abad pertengahan dan modern.

Bar ultramodern lainnya teronggok di dalam Museum Leopold, ruang bagi koleksi gambar dan lukisan Egon Schiele terlengkap di dunia. Saya mampir di Café Leopold, gerai mengilap yang dibalut marmer. Langit-langitnya digerayangi kandil yang menyerupai ubur-ubur, sedangkan atmosfernya dijejali tembang-tembang hip hop yang diputar DJ.

Suguhan kontras semacam itu juga terlihat gamblang di MuseumsQuartier (MQ), kompleks yang dibingkai kandang kuda kerajaan dari abad ke-18. Di satu sisi, ada Museum Moderner Kunst yang dengan semangat zaman. Katy Perry adalah salah satu kliennya. 7th District juga menampung hotel berdesain liar: 25hours. Dengan pendekatan yang terilhami sirkus, hotel ini menampilkan dekorasi janggal yang menyerempet elemen sureal, contohnya mural badut karya perupa Berlin, Olaf Hajek. Dari bar di atap hotel, saya menyisir panorama Weghuberpark dan kawasan di sekitarnya. 25hours bukan satu-satunya hotel yang menggeser karakter konservatif Wina. Terselip di Kota Tua Innere Stadt, Hotel Topazz tampil berani dengan permainan lubang-lubang silinder di bagian eksterior, serta kamar-kamar dengan panel mahoni yang merujuk pada Wiener Werkstätte (bagian Gerakan Seni dan Kerajinan era 1860-1910).

Kamar tamu di Hotel Topazz.

Di kamarnya, aksesori lampu dengan kaki bebek akan mengundang tawa, sementara bingkai oval di jendela menawarkan tribune pribadi di atas jalur pejalan kaki. Hotel artistik lainnya, Sofitel Vienna, dirancang oleh Jean Nouvel. Properti yang berdiri di bantaran Sungai Danube ini memayungi 182 kamar dengan warna dominan putih, hitam, atau abu-abu. Sensasi utama hotel ini adalah restoran Le Loft. Di langit-langitnya, seniman multimedia asal Swiss, Pipilotti Rist, memasang instalasi video yang memutar adegan mata yang berkedip-kedip, pemandangan hutan, dan ikan mas yang berenang. Di malam hari, suguhan apik itu beradu anggun dengan kelap-kelip lampu kota Wina. Wunderbar!

DETAIL
Wina

—Rute
Penerbangan ke Wina dilayani antara lain oleh Qatar Airways (qatarairways.com) dan Turkish Airlines (turkishairlines.com).

—Penginapan
Dibangun pada 1863, Hotel Imperial (16 Kärntner Ring; 43-1/501-100; imperialvienna.com; doubles mulai dari $550) adalah akomodasi ideal bagi pencinta sejarah. Untuk nuansa yang lebih kontemporer, coba Sofitel Vienna Stephansdom (1 Prater-strasse; 43-1/906-160; sofitel.com; doubles mulai dari US $320) atau Hotel Topazz (3 Lichtensteg; 43-1/532-2250; hoteltopazz.com; doubles mulai dari $200). 25hours Hotel Vienna (1-3 Lerchenfelder Strasse; 43-1/521-510; 25hours-hotels.com; doubles mulai dari $132) menawarkan lokasi strategis di dekat MuseumsQuartier.

—Makan & Minum
Café Sperl  11 Gumpendorferstrasse; 43-1/586-4158; cafesperl.at
Café Hawelka 6 Dorotheergasse; 43-1/512-8230; hawelka.at
Onyx Bar 12 Stephansplatz; 43-1/24188; docohotel.com

—Obyek Wisata
MuseumsQuartier 1-5 Museumsplatz; 43-1/523-5881; mqw.at
Haus der Musik 30 Seilerstätte; 43-1/513-4850; hausdermusik.at
Kunstkammer Wien Kunsthistorisches Museum, 1A Maria-Theresien-Platz; 43-1/5252-45202; khm.at
Augarten Porcelain 1 Obere Augartenstrasse; 43-1/2112-4201; augarten.at

Diterbitkan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mar/Apr 2014 (“Praja Multimatra“)