Kiri: Jonny Clark; kanan: Gary Leff.

Kepada dua penulis berita penerbangan internasional, Reza Idris mencari jawabannya.

Jonny Clark
Konsultan pemasaran maskapai, mantan pilot, dan pendiri TheDesignAir.net, blog berisi berita penerbangan.

Bandara?
Heathrow mulai berbenah. Saya terbang dari sini setidaknya dua kali per bulan. Saya juga suka bangunan privat Virgin Atlantic untuk penumpang premiumnya—salah satu yang ternyaman di dunia.

Lounge?
The Pier Lounge milik Cathay Pacific. Desainnya bergaya hunian, membuat saya merasa tinggal di apartemen di Manhattan.

Interior The Pier.

Servis?
Saya suka lounge dengan servis a la carte, seperti yang ditawarkan Virgin Atlantic dan Etihad—dua maskapai yang tahu persis cara menawarkan pengalaman transit.

Kru kabin?
Konsep butler di first class Etihad berhasil mencuri perhatian. Servisnya bintang lima. Tapi, secara umum, China Airlines menawarkan layanan yang ramah.

Kursi?
A380 milik Etihad. Kelas bisnisnya spektakuler, tapi yang lebih memukau tersaji di first class. Kursinya bisa diubah menjadi matras ukuran double bed, sementara televisinya berlayar lebar dan bisa digeser.

Amenity?
Emirates menawarkan parfum Bulgari ditambah rangkaian produk seperti alat cukur dan deodoran. Di Finnair, kita meminta amenity berdasarkan kebutuhan, jadi sampah bisa direduksi.

Makanan?
Kuliner Italia di Alitalia. Pastanya dimasak sempurna. Makanan yang tak kalah lezat ditawarkan Finnair dan Singapore Airlines. Di kelas bisnis kedua maskapai ini, kita seperti berada di restoran fine dining.