Wisatawan yang berencana berlibur ke Korea Selatan mungkin perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Pasalnya, Negeri Ginseng tersebut berencana menaikkan tarif wisata Korea Selatan untuk sejumlah tempat wisata dan situs bersejarah ikonik mulai 1 Januari 2027.
Berdasarkan pengumuman Korea Heritage Service atau Badan Warisan Budaya Korea, pemerintah akan terlebih dahulu menggelar forum publik pada November mendatang untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum rencana kenaikan tarif tersebut resmi diberlakukan.

Dilansir VN Express International, salah satu alasan utama di balik rencana kenaikan ini adalah tarif masuk sejumlah situs bersejarah di Korea Selatan yang tidak mengalami perubahan sejak 2005. Selain itu, meningkatnya jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi pertimbangan pemerintah.
Sepanjang semester pertama 2026, lebih dari 7,41 juta orang tercatat mengunjungi empat istana utama di Seoul dan Kuil Jongmyo. Mengutip laporan harian Herald Business, jumlah tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah wisatawan asing melonjak hingga 29 persen.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Destinasi Unik di Korea Selatan, dari Istana sampai Pulau Serba Ungu
Tarif Gyeongbokgung dan Istana Seoul Saat Ini
Rencana kenaikan tarif ini diperkirakan akan mencakup sejumlah situs peninggalan Dinasti Joseon, termasuk Gyeongbokgung, Deoksugung, Kuil Jongmyo, serta kompleks Makam Kerajaan Dinasti Joseon.
Saat ini, biaya masuk bagi pengunjung dewasa ke Gyeongbokgung dan Changdeokgung Palace adalah 3.000 won atau sekitar Rp38 ribu. Sementara itu, tiket masuk ke Changgyeonggung, Deoksugung, dan Kuil Jongmyo dibanderol sebesar 1.000 won atau sekitar Rp13 ribu.
Pengunjung yang ingin menjelajahi Secret Garden di dalam kompleks Changdeokgung Palace juga perlu membayar biaya tambahan sebesar 5.000 won atau sekitar Rp64 ribu. Adapun tiket masuk ke sejumlah Makam Kerajaan Dinasti Joseon berkisar antara 500 hingga 2.000 won, atau sekitar Rp6 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung lokasi.
Meski demikian, akses gratis masih berlaku bagi wisatawan mancanegara berusia 18 tahun ke bawah serta lansia berusia di atas 65 tahun. Untuk warga Korea Selatan, pembebasan biaya juga diberikan kepada kelompok usia 24 tahun ke bawah, lansia, ibu hamil, hingga penerima penghargaan jasa nasional.

Pejabat warisan budaya Korea menilai tarif masuk situs bersejarah di negara tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan destinasi serupa di berbagai negara. Sebagai perbandingan, Istana Versailles di Prancis mematok tarif sekitar 35 euro atau Rp719 ribu untuk wisatawan non-Uni Eropa, sementara Kastil Himeji di Jepang mengenakan tarif hingga 2.500 yen atau sekitar Rp277 ribu.
Baca Juga: Dine in: Hwaro Korean Steakhouse
K-Heritage Stay Jadi Alternatif Wisata Budaya
Bersamaan dengan rencana kenaikan tarif, pemerintah Korea Selatan juga berencana meluncurkan program baru bertajuk K-Heritage Stay. Program tersebut akan menawarkan pengalaman menginap di sejumlah situs bersejarah pilihan. Selain itu, ruang hijau juga akan dikembangkan di sejumlah lokasi penting, termasuk kawasan Kuil Hyeonchungsa.
Bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya, menyewa hanbok atau pakaian tradisional Korea bisa menjadi salah satu alternatif. Pengunjung yang mengenakan hanbok umumnya dapat memasuki sejumlah istana kerajaan secara gratis, termasuk Gyeongbokgung dan Changdeokgung Palace. Kebijakan ini diperkirakan tetap berlaku meski pemerintah Korea Selatan nantinya resmi menaikkan tarif masuk ke sejumlah situs bersejarah.

