Setelah Singapura dan Hong Kong, kini giliran Taiwan yang resmi melarang turis asing untuk melakukan kunjungan singkat maupun melakukan transit. Pelarangan ini akan diberlakukan selama dua pekan, mulai 24 Maret hingga 7 April 2020.

Sebelum menerbitkan peraturan pelarangan itu, pemerintah Taiwan juga telah menginstruksikan siapa saja yang baru memasuki Taiwan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Centre for Disease Control di Taiwan mengatakan bahwa mereka mengambil langkah ini untuk mengurangi pergerakan manusia dan mengurangi risiko penularan penyakit. Per 24 Maret 2020, Taiwan mencatat 195 kasus infeksi COVID-19 di mana 28 di antaranya dinyatakan sembuh. Sementara itu dua orang di antaranya meninggal.

Baca juga: Indonesia Batasi Kedatangan Turis Asing; Turis Asing Dilarang Masuk Australia

Ini artinya, wisawatan asing bakal dilarang masuk ke Taiwan apapun alasannya walaupun hanya untuk sekadar transit. Tak pelak, peraturan anyar ini juga akan mempengaruhi operasional maskapai.

Pihak Eva Air akan menangguhkan layanan transit internasional sebagai tanggapan atas pengumuman pemerintah Taiwan. Hal yang sama juga diumumkan oleh China Airlines Group, yang mencakup China Airlines, Mandarin Airlines dan Tigerair Taiwan. Penumpang dapat mengunjungi situs web masing-masing maskapai untuk informasi terbaru untuk perubahan jadwal penerbangan dan informasi tentang perubahan dan proses pengembalian dana.