Beragam cara mulai dilakukan beberapa negara di dunia untuk mencegah penyebaran COVID-19. Mulai dari mengisolasi wilayahnya, karantina turis yang datang, hingga menangguhkan pemberian visa bagi turis asing.

Pemerintah Indonesia juga telah mengambil tindakan preventif demi mencegah penyebaran virus corona di Tanah Air. Per 20 Maret 2020, mereka sepakat untuk menangguhkan sementara akses visa bagi seluruh wisatawan.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia memutuskan untuk menangguhkan seluruh visa kunjungan, visa diplomatik, dan visa kedatangan atau Visa on Arrival selama satu bulan ke depan bagi seluruh wisatawan mancanegara.

Namun, Kemenlu masih memberikan celah kepada turis asing untuk datang ke Indonesia. Syaratnya, pengajuan visa harus melampirkan sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Selain itu, mereka juga wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum tiba di pintu masuk bandara di Indonesia.

Tetapi, kebijakan ini tidak berlaku bagi wisatawan asal Tiongkok dan Korea Selatan, serta turis yang dalam waktu 14 hari terakhir berkunjung ke Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris. Mereka akan tetap dilarang memasuki wilayah di Tanah Air.

Baca juga: Turis Asing Dilarang Masuk Australia; Daftar Destinasi yang Diisolasi Akibat Wabah Virus Corona

Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Indonesia juga meminta rakyatnya untuk tak melakukan perjalanan ke luar negeri, serta mengimbau seluruh WNI yang masih berada di luar negeri agar segera kembali ke Indonesia.

Bagi WNI yang baru saja pulang dari luar negeri akan diperiksa terlebih dahulu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setibanya di Tanah Air. Hingga saat ini setidaknya 309 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Guna menekan penyebaran virus, pemerintah telah menutup sekolah dan tempat wisata di beberapa kota.