Perbatasan Bhutan akan dibuka pada 23 September 2022. (Foto: Adli Wahid)

Retribusi lingkungan dinaikkan, tapi ongkos wisata minimum dihapus. 

Usia lebih dari dua tahun menutup perbatasannya akibat pandemi Covid, Bhutan akan kembali menerima turis asing tahun ini. Berikut panduan lengkap mengunjunginya:

Tanggal pembukaan perbatasan?
Perbatasan akan dibuka pada 23 September 2022. Keputusan ini diambil ketika hampir 90% populasi negara ini sudah menerima dua dosis vaksin Covid. 

Apa saja syarat masuk untuk turis?
Pengajuan visa dilakukan secara daring. Sebelum terbang, pemegang visa wajib melakukan tes PCR. Setelah mendarat, bukti tes itu mesti ditunjukkan, begitu pula bukti vaksin Covid, minimum dua dosis. Mulai 23 September 2022, prosedur karantina dihapuskan.

Vaksin apa saja yang telah diakui oleh Pemerintah Bhutan?
Untuk dua dosis pertama, vaksin yang diakui ialah Moderna, Pfizer, serta AstraZeneca.

Sebelum terbang, pemegang visa wajib melakukan tes PCR. Namun, mulai 23 September 2022, prosedur karantina dihapuskan. (Foto: Raimond Klavins)

Ada perubahan dalam biaya wisata?  
Pemerintah Bhutan menaikkan biaya Sustainable Development Fee menjadi $200 (sekitar Rp3.000.000) per malam. Retribusi ini dipakai salah satunya untuk membiayai kompensasi emisi karbon dari pariwisata. Tentang keputusan ini, Dr. Tandi Dorji, Menteri Luar Negeri Bhutan, mengatakan dalam siaran persnya: “Pandemi Covid-19 memberi kami kesempatan untuk mengatur ulang dan berpikir kembali bagaimana cara agar sektor pariwisata ini dibentuk dan dijalankan. Jadi, tidak hanya menguntungkan Bhutan secara ekonomi saja, namun juga secara sosial, seraya menekan emisi karbon.”

Biaya harian masih berlaku?
Mulai tahun ini, pemerintah akan menghapus Minimum Daily Package Rate. Artinya, turis tak perlu lagi membayar paket wisata minimum $200-250 per hari.