Setelah sempat melarang turis asing untuk melakukan kunjungan singkat maupun melakukan transit di Singapura, mulai 2 Juni 2020 mendatang, Bandara Changi, akan kembali membuka pintu untuk para penumpang transit.

Saat ini, hanya penumpang asing pada penerbangan repatriasi yang diatur oleh pemerintah yang dapat transit melalui Singapura. Sebagai salah satu hub utama di wilayah Asia Tenggara, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Singapura untuk kembali memulihkan perekonomian negara.

Namun, demi memastikan seluruh perjalanan dapat berlangsung secara aman dan nyaman, pihak Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mewajibkan seluruh maskapai untuk mengajukan proposal jalur transfer. Nantinya, mereka akan mengevaluasi berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan, kesehatan masyarakat, serta kesehatan penumpang dan awak pesawat.

Baca juga: 7 Kabin untuk Isolasi Maksimal di Udara; 10 Hal yang Mesti Diketahui Sebelum Terbang di Masa Pandemi

Langkah-langkah ketat akan dilakukan untuk memisahkan penumpang transit dari penumpang lain di Changi, dan mereka harus tetap berada di fasilitas yang ditunjuk di daerah transit. Staf bandara akan diminta untuk memakai alat pelindung diri saat berinteraksi dengan penumpang, serta menaati aturan social distancing, dan pemeriksaan suhu untuk penumpang dan staf.

Informasi selengkapnya, kunjungi caas.gov.sg.