Sebagai negeri kelima yang paling sering dikunjungi di dunia menurut United Nations World Tourism Organization, saban tahun, kurang lebih dari 59 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Italia.

Namun, menjadi salah satu negara terpopuler di kalangan turis justru membuat Italia mulai kelimpungan dengan kepungan turis yang kian membeludak. Demi memproteksi daerah wisatanya, pemerintah kota di Italia berinisiatif untuk menetapkan beragam aturan hingga membatasi jumlah turis yang datang.

Salah satunya adalah Roma. Setelah memberlakukan tiket masuk di sejumlah objek bersejarah seperti Kuil Pantheon guna menjaga kelestarian bangunannya, melarang turis makan dan minum di area Trevi Fountain dan Spanish Steps, hingga membatasi konsumsi dan penjualan alkohol, dan melarang turis mengonsumsi minuman dengan kemasan kaca di area publik, seperti taman, jalan raya, dan transportasi umum. Hal tersebut dilakukan demi menertibkan sikap turis—melihat banyak destinasi wisata yang rusak akibat ulah wisatawan tak bertanggung jawab.

Baru-baru ini, pihak pengelola Trevi Fountain kembali berencana mempertimbangkan beberapa kebijakan baru perihal pengelolaan salah satu landmark wisata paling terkenal di Italia ini. Banyaknya wisatawan yang datang berkunjung setiap harinya ke kawasan air mancur yang dirancang oleh arsitek Italia Nicola Salvi tersebut kerap menyebabkan kemacetan. Bahkan, saking ramainya, pihak pengelola mengkhawatirkan bakal terjadi kerusakan di area air mancur ini, karena banyaknya wisatawan yang duduk—bahkan berdiri—di pinggir kolam demi memperoleh foto yang sempurna.

Baca juga: 5 Upaya Venesia dalam Melawan Arus Turis; Pantai di Italia Terapkan Tarif Masuk

Oleh karena itu, mereka ingin membangun penghalang di sekitar air mancur, sehingga wisatawan tidak dapat duduk di atas marmer atau masuk ke dalam air. Selain itu, aturan baru ini akan membatasi turis yang diizinkan masuk ke dalam Piazza, serta menempatkan satu atau dua polisi di lima akses masuk menuju Piazza.

Aturan baru ini bertujuan untuk memberikan keamanan yang lebih baik bagi wisatawan, melindungi turis dari pencopet, serta menghentikan kegiatan komersial illegal yang sering terjadi di depan air mancur.