5 Upaya Venesia dalam Melawan Arus Turis

Aturan-aturan yang dibuat pemerintah kota guna menyelamatkan Venesia dari kepungan turis.

Guna melindungi penjualan masakan lokal, Venesia juga larang pembangunan restoran cepat saji. (Foto: Miglė Vasiliauskaitė)

Besarnya jumlah turis yang berkunjung di suatu daerah tak selamanya berdampak baik. Salah satu kota yang paling menderita akibat polusi turis adalah Venesia. Tiap tahun, hampir 22 juta wisatawan mancanegara menginjakkan kaki di Venesia. Saking padatnya, pada akhir tahun lalu, warga lokal mengancam bakal eksodus jika pemerintah tidak membatasi kedatangan jumlah wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah kota telah melakukan sejumlah upaya dalam menyelamatkan kotanya. Berikut lima di antaranya:

Larangan Membuka Hotel Baru
Pada Juni 2017 silam, akhirnya pemerintah kota resmi putuskan kebijakan pertama untuk Venesia, yaitu larangan dibukanya hotel baru. Hal ini tentu akan meresahkan investor yang gemar membeli bangunan klasik—yang sebelumnya menjadi tempat tinggal penduduk—dan mengubahnya menjadi hotel. Selain itu, pemerintah juga membatasi pembangunan restoran cepat saji baru guna melindungi penjualan masakan lokal. Metode ini diharapkan dapat mengerem kedatangan wisatawan dan menyelamatkan penduduk asli.

Kini hanya gondola yang bisa lewati area Grand Cana. (Foto: iSAW Company)

Larang Kapal Lintasi Grand Canal
Sejak Agustus 2018, wisatawan yang akan berlibur di Venesia, tidak lagi diperbolehkan melewati Grand Canal dengan perahu motor, kano, kayak, dan paddleboard. Hanya gondola yang telah menjadi ikon kota tersebut yang masih diperbolehkan untuk melintas. Namun, pemerintah masih mengizinkan beberapa kapal wisata untuk mengarungi kanal di waktu-waktu tertentu. Regulasi ini diterapkan setelah sebelumnya ada dua orang nelayan meninggal karena perahu mereka ditabrak oleh jet boat yang dikendarai sekelompok anak muda. Selain itu, pemerintah juga menganggap lalu lintas kapal kini sudah terlalu padat—terutama di musim liburan—sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan. Nantinya, larangan tersebut tidak hanya dapat mengurangi ‘kemacetan’ di Grand Canal, tetapi juga di Cannaregio Canal dan beberapa kanal kecil lainnya.

Siapkan bujet lebih saat akan berkunjung ke Venesia, terutama di musim liburan. (Foto: Ingeborg Gärtner-Grein)

Terapkan Biaya Masuk
Mulai gerah disebut sebagai “Disneyland on Water”, warga lokal kian memaksa pemerintah untuk melakukan pembenahan kota. Pada Januari 2019, Luigi Brugnaro selaku Walikota Venesia resmi menerapkan kebijakan anyar yang dirasa cukup adil bagi kota dan penduduk lokal, yakni adanya biaya masuk turis ke Venesia. Biaya yang dibebankan berkisar antara Rp42.000-Rp83.000 per orang pada hari biasa, dan Rp166.000 pada musim liburan. Aturan ini berlaku bagi semua orang yang berkunjung ke kota kanal tersebut, meskipun hanya dalam hitungan jam saja. Nantinya, pendapatan ini bakal digunakan untuk biaya kebersihan kota.

Baca juga: Dilema Bersemayam di Venesia; Menikmati Burano, Venesia Versi Sepi

Pemerintah siapkan pelabuhan alternatif sebagai tempat bersandar kapal pesiar berukuran besar. (Foto: Henrique Ferreira)

Alihkan Rute Kapal Pesiar
Awal Agustus 2019, Menteri Transportasi Italia, Danilo Toninelli resmi mengungkapkan solusi nekat untuk mengatasi overtourism. Pria berusia 45 tahun tersebut berencana mengalihkan rute kapal pesiar dari tempat-tempat bersejarah menuju pelabuhan alternatif. Sehingga, kapal pesiar yang hendak berkunjung tidak dapat lagi bersandar di Terminal Marittima, Fusina (sebuah pelabuhan kecil di Venesia) atau Lombardia, melainkan di terminal milik pribadi. Langkah ini diambil karena penduduk lokal kembali protes setelah peristiwa kapal MSC 13-dek yang bertabrakan dengan kapal wisata di Terusan Giudecca pada Juni 2019 silam. Insiden ini membuat lima orang terluka dan memicu kepanikan banyak orang. Tak sampai sebulan, kapal Costa Deliziosa 12-dek kembali nyaris menabrak kapal pesiar lainnya ketika badai mengguncang Venesia.

Sekarang turis bakal dilarang berkumpul sambil merokok di beberapa lokasi di Venesia. (Foto: Tj Holowaychuk)

Terapkan Aturan Larangan Merokok
Sebagai sebuah destinasi wisata andalan di Italia, pesona yang dimiliki Venesia memang tidak terbantahkan. Tapi kota ini sudah menerapkan beberapa aturan yang mengatur wisatawan untuk lebih bersikap sopan. Awal September 2019, wali kota Venesia, Luigi Brugnaro, mempertimbangkan peraturan baru untuk para wisatawan, yakni larangan merokok di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari Jembatan Rialto hingga Piazza San Marco. Peraturan ini diharapkan dapat menjadikan udara di sekitar Venesia lebih bersih dan segar.

Comments