Di saat banyak maskapai memilih untuk menghentikan operasional mereka karena turunnya jumlah penumpang, Qatar Airways malah melakukan hal sebaliknya. Maskapai nasional Qatar tersebut tetap beroperasi seperti biasa dan menambah jumlah penerbangan.

Keputusan ini diambil sebagai komitmen Qatar Airways untuk membawa pulang para pelancong yang tertahan di negara-negara asing akibat tidak adanya penerbangan.

Di masa sulit ini, maskapai tersebut tetap akan melayani penerbangan dari dan ke 75 destinasi via Doha. Malah, Qatar Airways menambah frekuensi penerbangan untuk rute ke Paris, Perth, dan Dublin. Bahkan, ia akan mengoperasikan armada Airbus 380 untuk rute ke Frankfurt, London Heathrow, dan Perth.

Namun perlu diingat, jumlah destinasi yang dilayani kemungkinan akan terus berkurang mengingat semakin banyak negara yang memperketat kebijakan kedatangan penerbangan dari luar negeri.

Baca juga: Kebijakan Maskapai Imbas Wabah Virus Corona; Turis Asing Dilarang Masuk Hong Kong

“Dalam satu pekan ini, jumlah penumpang ke Inggris, Prancis, dan Jerman berada di angka 80 persen, namun perjalanan keluar dari negara-negara tersebut anjlok ke angka 36 persen. Ini menunjukkan bahwa ada permintaan untuk perjalanan pulang,” ujar juru bicara Qatar Airways.

“Dalam sepekan ini, Qatar Airways telah menerbangkan lebih dari 100.000 penumpang ke negara asal masing-masing. Kami juga bekerja sama dengan kedutaan besar tiap negara untuk memulangkan turis dari Phnom Penh, Denpasar, Manila, dan Kuala Lumpur ke benua Eropa,” pungkasnya.

Beberapa maskapai dunia, antara lain Cathay Pacific, Turkish Airlines, Emirates, Etihad, dan Singapore Airlines untuk sementara membekukan operasional mereka akibat turunnya jumlah penumpang secara signifikan. Akibat pembatalan tersebut, banyak wisatawan yang tak dapat kembali ke negara asalnya.

Selain Qatar Airways, United dan Air Canada juga tetap beroperasi untuk membawa pulang warga negara Amerika Serikat dan Kanada yang terjebak di luar negeri.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Qatar Airways.