Purworejo dalam Memori

Lewat proyek foto, Bayu Wira Handyan menggali masa kecilnya sekaligus problem tanah kelahirannya.

Dalam Memories, Putu Sayoga memotret kampungnya di Tabanan. Dalam Coming Home, Tandia Bambang Permadi merekam tanah kelahirannya di Kuningan. Sementara dalam proyek Home, 16 fotografer Magnum menafsirkan definisi rumah. Moises Saman memaknai negaranya, Alex Webb memotret tempatnya dibesarkan, Chien-Chi Chang melawat bekas apartemennya.

Rumah, pulang, atau mudik adalah tema proyek foto yang cukup diminati dalam skena fotografi. Karya semacam ini sangat personal dan intim. Narasinya didominasi pengamatan dan pengalaman pribadi. Subjeknya ruang-ruang privat dan orang-orang dekat, kerap masih tergolong kerabat.

Story from the South berada dalam kategori sejenis. Proyek garapan Bayu Wira Handyan ini mengisahkan Purworejo, kota kelahirannya. “Idenya dipicu oleh kesadaran mengenai pentingnya menelusuri dari mana kita berasal, dan pentingnya mengetahui akar kita,” jelasnya.

Proyek ini digarap mulai 2017. Cara kerjanya: beberapa hari per bulan, Bayu mendatangi tempat-tempat yang kerap dikunjunginya semasa kecil. Dalam memilah subjek, dia menuruti rencana di kepala, tapi kameranya lebih digerakkan oleh perasaan—pendekatan lumrah dalam proyek foto semacam ini.

Tapi Story from the South tak sepenuhnya berisi penggalan memori. Seraya melacak apa yang hilang dan bertahan di Purworejo, Bayu menangkap perubahan, dan dari situ dia memunculkan wacana dalam konteks yang lebih luas: tentang sebuah kota yang berjuang melawan urbanisasi.

Sebagaimana banyak kota kecil lain, Purworejo kesulitan mempertahankan anak mudanya dari godaan merantau. Warganya didominasi manula. Kehidupan bergerak lambat dan malam ditutup cepat. “Saya membayangkan Purworejo sebagai orang tua yang ditinggalkan anak-anaknya,” kata Bayu, yang juga meninggalkan Purworejo pada 2012 untuk menetap di Semarang. “Yang dapat dilakukan olehnya hanya menunggu anak-anaknya pulang untuk sekadar menjenguknya.”

Bayu mengaku kelak ingin membukukan Story from the South, walau dia tidak punya tenggat kapan proyek ini akan dituntaskan. Satu yang pasti, dia tak berencana menetap kembali di Purworejo dalam waktu dekat. “Mungkin nanti jika saya sudah memasuki usia pensiun dan ingin mencari ketenangan,” ujarnya. Story from the South mungkin bukan cuma kisah tentang kota di selatan, tapi juga rumah di masa depan.—CR 

Proyek foto ini dipilih lewat proses seleksi oleh editor tamu Beawiharta dan telah diterbitkan dalam DestinAsian Indonesia edisi Juli-September 2019.

Story from the South-1 Story from the South-2 Story from the South-3 Story from the South-4 Story from the South-5 Story from the South-6

Bayu Wira Handyan
Fotografer dokumenter asal Purworejo ini giat mendokumentasikan kota kelahirannya beserta problem-problemnya, terutama yang terkait urbanisasi dan modernisasi. Bayu pernah berpartisipasi dalam Reclaim Photo Festival di Wolverhampton dan Monomania Photo Festival di Manila. Sejak 2012, dia menetap di Semarang dan bekerja sebagai fotografer lepas. wirahandyan.wordpress.com.

Comments