Akibat kasus virus corona di Paris yang kembali melonjak dalam beberapa pekan belakangan, pemerintah bakal menutup seluruh kafe dan bar selama dua minggu. Namun masih tetap mengizinkan restoran untuk beroperasi seperti biasa. Seperti yang dilansir dari France24, aturan ini akan berlaku mulai 6 hingga 19 Oktober 2020.

Agar tidak membingungkan banyak pihak—karena banyak tempat di Paris yang menggabungkan restoran dan bar—pemkot juga menjelaskan bahwa jenis bar yang ditutup hanya bar yang menjual minuman beralkohol.

Selain itu, bagi restoran yang masih diizinkan beroperasi, harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti wajib menggunakan masker, menerapkan social distancing, menyediakan cairan pembersih tangan di seluruh meja makan, membatasi jumlah kursi, dan hanya memungkinkan pelanggan melepas masker mereka saat makan.

Baca juga: Prancis Terapkan Aturan Ketat Bagi Turis

Prancis melaporkan hampir 17.000 kasus virus corona baru dalam satu hari pada 5 Oktober silam—jumlah harian tertinggi sejak negara itu memulai pengujian secara luas. Aurelien Rousseau, selaku Direktur Badan Kesehatan Regional ARS, menyebutkan ada 203 cluster aktif di wilayah Paris, termasuk 40 persen berasal dari sekolah dan universitas, 26 persen di tempat kerja, dan 10 persen dari pertemuan pribadi. Sehingga, pemkot meminta agar penduduk Paris untuk kembali bekerja dari rumah dan membatasi pertemuan publik hanya untuk 10 orang.