Paris Larang Bus Wisata Beroperasi di Pusat Kota

Paris semakin macet, pemerintah kota wajibkan turis naik transportasi umum. (Foto: Andreas Selter)

Paris menjadi salah satu kota favorit para pelancong di dunia. Tercatat, pada 2018 silam, ibu kota Prancis ini telah dikunjungi lebih dari 40 juta wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, tak heran jika Paris selalu ramai, antre, dan macet. Tak ingin warga lokal terganggu dengan serbuan turis yang kian meningkat saban tahun, pemerintah kota resmi mengumumkan kebijakan baru.

Demi mengurai kemacetan dan menjaga kenyamanan para pejalan kaki serta pengendara kendaraan non-motor, pemkot berencana melarang bus wisata beroperasi di kawasan pusat kota. Mereka juga meminta turis untuk memaksimalkan penggunaan transportasi umum. Aturan ini juga sebagai salah satu langkah Paris untuk menekan dampak buruk dari polusi turis.

Pemandangan bus bertingkat seperti hop-on hop-off double-decker dengan pemandu wisata memang menjadi pemandangan tiap hari di area turistik. Mengutip dari Le Parisien, Emmanuel Gregoire selaku Wakil Wali Kota Paris menyebutkan bahwa meskipun situasi Paris tidak separah Venesia, namun warga lokal semakin khawatir dengan keberadaan bus wisata.

Baca juga: Jepang Mulai Menolak Turis; Kyoto ‘Melawan’ Arus Turis; Cara Bruges Melawan Polusi Turis

Gregoire mengatakan bahwa pemerintah kota sedang menunggu undang-undang baru untuk mengurangi lalu lintas bus dan berencana menempatkan tempat parkir di luar kota, sehingga bus tidak lagi menumpuk di pusat kota. Selain menggunakan transportasi umum, turis juga ditawarkan opsi transportasi baru seperti sepeda sewaan dan skuter listrik, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, pemerintah kota juga mengimbau agen perjalanan untuk mengembangkan tur sepeda dengan pemandu atau wisata berjalan kaki yang telah dilengkapi dengan headphone.

Tags : paris
Comments